SastraHolic

Unjuk Rasa Mahasiswa “Anarkikah”???

Posted on: Mei 28, 2008

Protes yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat setelah kenaikan BBM merupakan upaya menggerakan hati kaum poitikus. Sebagian besar masyarakat percaya bahwa kenaikan BBM dapat dibatalkan, seiring banyaknya saran-saran yang telah dituai kaum cendikiawan ataupun intelektual untuk menghindari keniakan BBM, misalnya pemerintah berusaha menaikan produksi minyak mentah dan meningkatkan efesiensi di Pertamina dan PLN, perbaikan menejemen import-eksport minyak nasional, menangguhkan utang luar negeri dan program-program diversifikasi energi.
Saran atupun langkah dari berbagai pihak yang semestinya diambil pemerintah memang kurang praktis untuk diimplementasikan, terkait harga minyak dunia yang tidak berhenti melonjak. Masih banyak cara lain untuk menyelamatkan APBN yang diprediksikan akan membengkak. Namun langkah meniakan BBM telah diambil, dan dampaknya telah dirasakan masyarakat luas.Kondisi ekonomi yang semakin membelit dan dirasakan masyarakat luas ini terus menerus memanggil mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan untuk berunjuk rasa merupaka efek rasa ketidakpuasan dan ketidakadilan masyarakat terhadap kebijakan yang diambil pemerintah, misalnya harga-harga naik sedangkan pendapatan masyarakat tidak kunjung membaik, bahkan mendekati kemunduran.
Pada umumnya, kaum politikus menilai protes kenaikan BBM lewat aksi unjuk rasa identik dengan anarki. Karena itu, tiap aksi demonstrasi perlu dikawal dengan ketan dan perlu “diamankan”. Masih segar dalam ingatan kita bahwa penilaian seperti ini diterapkan di masa rezim Orde Baru, dimana protes-protes dianggap sebagai pengganggu kekuasaan. Aksi demonstrasi hanya merujuk pada anarki dan subversive.

Aksi unjuk rasa secara besar-besaran pun sangat dikhawatirkan masyarakat luas. Warisan ingatan pada Mei 1998 yang telah melahirkan tragedy kerusuhan dan menelan ribuan korban jiwa itu menjadi trauma kolektif.Penilaian terhadap unjuk rasa oleh mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan memang beraneka ragam, hanya lebih menjurus pada hal negative. Namun sangat disayangkan, di era reformasi ini masih ada saja kekerasan yang dilakukan aparat keamanan. Penyerbuan kampus Universitas Naisonal (Unas) dan bentrok aparat dengan mahasiswa dibeberapa daerah, menjadi contoh yang sangat mengecewakan.Pemerintah seharusnya bijaksana dalam menangani dan melihat fenomena aksi demonstrasi mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan yang menolak kenaikan BBM. Aksi unjuk rasa itu sebagian besar dilakukan berdasarkan akal sehat dan nurani yang terus menjerit, meminta, dan terus berharap “cinta” dari pemerintah untuk rakyatnya.Meluruskan penilaian terhadap aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM sangat penting, mengingat terlalu berat penderitaan yang harus ditanggung masyarakat miskin, tapi juga aparat keamanan, tentu mereka juga memiliki tanggungan keluarga. Mahasiswa atau pelajar yang harus membayar kenaikan ongkos trasnportasi serta orang tua yang harus membiayai kebutuhan hidup anak-anaknya merasakana imbas langsungnya. Jadi unjuk rasa seharusnya dimaknai sebagai “angina segar” buat pemerintah agar lebih peduli dengan nasib rakyatnya, semoga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Indonesia Bisa

Bannerku

Picisan Merangkai Kata

Anda Pengunjung ke

Demi Massa

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Aku seperti majnun dengan kemiskinan hatiku, yang telah tiada berdahan karena aku tidak punya kekuatan untuk memperebutkan cinta Tuhan Di setiap siang dan malam aku berusaha untuk membebaskan diriku Dari kungkungan rantai cinta yang telah lama memenjarakanku

Blog Stats

  • 299,086 hits

Arsip

Suported By
Dari Santri Untuk Indonesia
eramuslim
Munajahku
Blognya Pecinta Sastra
Suara Konsumen
Jakarta Baycity
Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik
Jakarta Baycity
GrowUrl.com - growing your website

RSS TARUMA

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Saatnya Menatap Dunia

Klik tertinggi

  • Tak ada
ping me to technorati
website stats
Bangkit Basmi Korupsi

Poling Bulan Ini

%d blogger menyukai ini: