SastraHolic

Sejauhmana visi Kang Abik dalam mengembangkan sastra yang education orinted dan sesuai budaya Islam?

Posted on: Mei 16, 2008

Pertanyaan ini saya sampaikan ke Kang Abik, setelah dua pertanyaan sebelumnya, kali ini pertanyaan berasal dari Mas Musta’in. Maaf baru ditanyakan, setelah dua pertanyaan yang lain. dan semoga kita bisa mengambil hikmahnya dengan apa yang dilakukan oleh Kang Abik, terutama bagi mereka yang berkeinginan untuk bergelut di bidang tulis menulis..
Mas Musta’in wrote, “Setelah sukses dengan Novel Ayat-Ayat Cinta yg laris manis bak kacang goreng, bahkan difilmkan, sejauh mana visi beliau mengembangkan sastra yg education oriented dan sesuai dengan budaya Islam?. Bila suatu saat dg karyanya yg bervisi di atas ternyata tidak sukses di Pasar, apakah akan beralih orientasi yg sesuai selera pasar?”
Dijawab oleh Kang Abik, “Saya menulis tidak semata-mata untuk cari uang, semata – mata untuk dapat uang, saya snagat percaya dengan firman Allah SWT, Intansurulloh Yansurkum, Jika kamu menolong Allah SWT maka Alloh akan menolong kamu. Ketika kita memikirkan Alloh maka Alloh akan memikirkan kita. Ketika saya menulis Ayat Ayat Cinta, Wallahi, saya tidak membayangkan akan bisa meledak seperti sekarang. Sampai ditulis oleh majalah SWA tentang royaltinya sekian dan sebagainya. Saya tidak pernah membayangkan itu. Saya hanya ketika menulis itu, saya niatnya hanya saya akan menulis sebuah karya, yang saat itu di Indonesia, banyak karya – karya yang saya lihat merusak, saya menulis yah mungkin alternatif karya itu.
Kemudia saat itu kan, agama yang mulia ini sedang banyak dikecam, saya mendudukan persoalan-persoalan agama ini. Kalau saya menulis dalam buku Ilmiah kok kayaknya tidak akan dibaca orang. Maka saya masukan dalam novel, dalam percakapan yang mengalir, tentang misalnya kedudukan perempuan dalam Islam. Buku sudah banyak, tapi sering sekali orang memandang sebelah mata dengan Islam. Maka saya bikin novel Ayat Ayat Cinta itu. Niatnya hanya itu..awalnya dari itu.
Yang lebih dari itu saya niatnya, dalam bagian yang terakhir Ayat Ayat Cinta itu saya mengajak orang untuk ber-Tauhid. Jujur saya katakan itu..Karena saya habis kecelakaan, batas antara hidup dan mati itu tipis sekali, wong saya kecelakaan, kaki patah , lalu ke rumah sakit. Betapa banyak orang yang kecelakaan lalu ‘Alatul (langsung), bablas sampai akherat. Itu saya masih melihat dunia itu, saya merasa bahwa nyawa itu memang titipan betul. Kemudian saya teringat, Lah saya belum ngapa-ngapain, paling tidak saya menulis mengajak orang untuk ber – Tauhid. Terserah apa kata orang, misalnya dianggap keras atau sangar dan sebagainya. Saya hanya mengatakan yang menurut saya benar. Maka Maria tetap masuk Islam, dia harus masuk Islam, harus dipaksa Islam. Awalnya harus mengakui bahwa Islam ini benar, tapi kan harus melalui sebuah perjalanan panjang yang tidak terasa ke arah sana. Yang kira-kira kalau orang kristen baca itu ngga marah. Dan buktinya Alhamdulillah sampai sekarang orang kristen itu tidak marah. Saya pernah baca e mail, “saya itu sebenarnya sudah pengen, cuman takut sama orang tua saya,..”
Kedepan misalnya itu tidak laku,.. Ulama dulu mengajarkan, sampai beliau meninggal karyanya tidak dibaca orang, ketika meninggal karyanya baru dibaca orang, dicetak, baru dibaca oleh kita juga..”
Ketika ditanyakan, “Bagaimana Kang Abik membagi waktu dengan keluarga karena kesibukan nya yang amat sangat itu?”
Kang Abik menjawab,”Sebisa mungkin ada waktu untuk keluarga, bukan kuantitas tapi kualitas. Pernah ketika di Malaysia saya menelpon langsung kawan saya di Indonesia untuk mencari hotel di Solo, karena waktu saya hanya dua hari, oleh sebab itu saya pergunakan semaksimal mungkin untuk keluarga. Lalu saya telpon keluarga untuk langsung menuju hotel yang dituju, juga tak lupa untuk mengajak Pak Dhe, agar sekalian berlibur di Solo..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Indonesia Bisa

Bannerku

Picisan Merangkai Kata

Anda Pengunjung ke

Demi Massa

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Aku seperti majnun dengan kemiskinan hatiku, yang telah tiada berdahan karena aku tidak punya kekuatan untuk memperebutkan cinta Tuhan Di setiap siang dan malam aku berusaha untuk membebaskan diriku Dari kungkungan rantai cinta yang telah lama memenjarakanku

Blog Stats

  • 299,086 hits

Arsip

Suported By
Dari Santri Untuk Indonesia
eramuslim
Munajahku
Blognya Pecinta Sastra
Suara Konsumen
Jakarta Baycity
Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik
Jakarta Baycity
GrowUrl.com - growing your website

RSS TARUMA

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Saatnya Menatap Dunia

Klik tertinggi

  • Tak ada
ping me to technorati
website stats
Bangkit Basmi Korupsi

Poling Bulan Ini

%d blogger menyukai ini: