SastraHolic

Tentang Novel-nya Habiburrahman El-Shirazy

Posted on: April 8, 2008

Aku lupa…pertama kenal tulisan-tulisannya Kang Abik itu dari Novel “Pudarnya Pesona Cleopatra” (PPC) or “Ayat-Ayat Cinta”(AAC). Hmmh…mungkin PPC dulu. Gw penasaran baca, karena diceritain sama teman yang kebetulan pernah nulis resensinya di sebuah harian Nasional. Waktu itu gw masih bengong, belum baca sama sekali soalnya🙂 Nice story, satu buku ada 2 cerita mini. Yang satu judulnya ya PPC ini, dan satunya lagi “Setetes Embun Cinta Niyala”. Setelah itu keluar Novel AAC. Pas keluar, gw belum begitu tertarik baca. Waktu ada Islamic Book Fair, iseng aja gw beli Novel AAC karena sudah ada bonus tandatangannya Kang Abik (Daripada repot-repot antri buat sign book!). Ternyata pas dibaca…Hmmmh..emang seru banget! Malahan sekarang film-nya booming banget.

Setelah itu, buku karangan beliau yang gw baca adalah Dwilogi “Ketika Cinta Bertasbih” (KCB), Kumpulan cerpen “Diatas Sajadah Cinta” & “Ketika Cinta Berbuah Surga”, terakhir buku yang gw baca adalah “Diatas Mihrab Cinta”(DMC). Fiuuh..dahsyat ga sih, semuanya tentang CINTA! Tapi CINTA-nya dia beda sama cinta-cintaan ala buku chicklit sama Metropop, yang ini lebih religius lah pastinya. Sebagai seorang MUSLIMAH yang juga hobby baca, gw berusaha selalu ngimbangin antara baca novel Islami dan Novel non Islami. Malahan yang Novel AAC sama KCB ini, nyokaps juga doyan bacanya🙂

*****

Buat A2C (ga usah diceritain gimana kisahnya, karena semua pasti sudah tau), tokoh Fahri-nya tercipta begitu sempurna digilai banyak wanita, dan akhirnya bisa mempersunting perempuan kaya raya, cantik, solehah, pinter. Wah,dreaming banget lah! Trus ketika akhirnya ada orang ketiga (Maria), dengan mudahnya Kang Abik meMUSNAHkan tokoh itu. Dan akhirnya, SEMPURNA lah ceritanya…Wew…kok jadi Andra and the backbone gini! Hehe…*Lagi inget sama Kang Andra yang lagi MAIN HATI*😀 Kembali ke AAC, meskiiii gw juga ga menafikan kalau dalam buku ini juga tetap banyak menanamkan nilai-nilai bagus dari tokoh-tokoh didalamnya. Semangat dan ketekunan Fahri dalam belajar (baik ilmu agama maupun ilmu duniawi), semoga saja banyak menginspirasi pembacanya.

Dalam buku dwilogi KCB pun begitu. Tokoh Azzam, yang di awal cerita kayaknya meranaaaaaaaaaaa banget (gemesin banget lah!) trus pada akhirnya dia bisa bangkit..bangkit..dan bangkit….Happy ending deh🙂 Dan katanya, dwilogi ini juga bakal di film-kan oleh Sinemart,dengan sang sutradara “berdarah dingin” Chaerul Umam. Jadi ceritanya gini nih:

Azzam mahasiswa Indo yang kuliah di Mesir tapi ga’ lulus-lulus. Ayahnya meninggal, dan dia harus menghidupi kedua adik dan ibunya yang ada di desa. Akhirnya dia kuliah sambil kerja keras disana. Kerjanya-pun serabutan. Intinya jadi tukang tempe , tapi suka juga masak-masak kalau ada acara di kedubes Indo disana. Yang terkenal antara lain juga Bakso-nya. Dia sukses jadi bisnis-man, tapi akhirnya kuliahnya ga lulus-lulus. Digilai sama anak kedubes yang juga artis terkenal di Indo (Elliana), tapi dia suka sama seorang mahasiswa Indonesia (Ana) yang pernah ditolongnya, tapi ternyata udah keduluan dipinang temannya Furqan. Sebetulnya Ana juga ada hati sama Azzam, tapi waktu itu identitas Azzam masih abu-abu. Setelah lulus Azzam balik ke Indo, dan memulai hidup kerasnya. Gagal satu usaha, pindah ke usaha lainnya. Dalam urusan jodoh pun begitu, beberapa kali proses ta’aruf mengalami kegagalan. Ketika Ana dan Azzam pada akhirnya dipertemukan, toh Ana juga sudah tak sendiri lagi. Naasnya, calon suami Ana (Furqon) itu mengidap Aids yang ditularkan dari seorang perempuan nakal yang menjebaknya ketika di Mesir dulu. Bisa ditebak, kehidupan pernikahan Ana dan Furqon tak semulus yang diimpikan,dan Furqon masih tetap mennyimpan rahasia tertularnya dia oleh penyakit Aids. Kehidupan Azzam sedikit lebih baik ketika dia juga dipercaya oleh seorang pengasuh pesantren, yang juga ayah dari Ana, untuk mengisi kajian di mesjid pesantren. Namun, Azzam mengalami kepedihan, ketika Ibunya meninggal dalam sebuah kecelakaan, saat bersama dia. Azzam sendiri mengalami kelumpuhan, meski tak permanent. Endingnya, bisa ditebak…Ketika Ana tau kalo Furqon mengidap Aids, dia mengalami kekecewaan atas ketidakjujuran suaminya selama ini. Untungnya dia masih Virgin! Ana minta cerai dari istrinya, dan akhirnya kembali pada Azzam😉

*****

Ga beda jauh dengan cerita diatas, dalam kumpulan Novelet Pembangun Jiwa-pun begitu. Terdiri dari 3 cerita: Takbir Cinta Zahrana, Dalam Mihrab Cinta, dan Mahkota Cinta.

Takbir Cinta Zahrana, bercerita tentang kehidupan Zahrana yang masih melajang di usia yang semakin senja,meskipun kehidupannya telah mapan. Master dari perguruan tinggi ternama, dan menjadi sebuah dosen di sebuah Universitas. Zahrana sempat menyesali, kenapa ketika dia masih muda, banyak kumbang yang meminangnya tapi tak dia terima. Padahal, orang-orang yang dulu dia tolak itu telah menjadi sukses. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Sekarang, yang datang hanya “sampah”. Begitupun ketika pada akhirnya ada yang ingin meminangnya, Dekan fakultas dimana dia mengajar,seorang Duda. Bukan karena dia orang yang sudah tua yang membuat Zahrana kembali menolaknya, tapi lebih karena track record dia yang suka main perempuan dan kehidupan yang tidak Islami. Penolakan itu membuat Pa Karman (dekannya) tidak terima, ingin menjerumuskan Zahrana. Tapi sebelum itu, Zahrana sudah meminta mundur terlebih dahulu dari Kampus. Membuat murka Pa Karman, dan sering menebar teror. Zahrana akhirnya memilih untuk mengajar di sebuah Tsanawiyah,meski gajinya jauh lebih kecil, namun dia merasa nyaman. Proses pencarian jodoh pun tak berhenti sampe disitu, sampe pada suatu ketika dia ditawari jodoh seorang tukang kerupuk yang soleh dan lebih muda usianya dari dia. Kalau memang itu jodoh yang diberikan Alloh buat dia, Rana menerima, karena ternyata jodohnya ini adalah seorang yang taat beragama. Namun naas, ketika hari-H, justru berita duka yang ia terima: Jodohnya mengalami dicelakai orang dan meninggal. Namun pada akhirnya penantian Rana berakhir happy ending, ketika pada akhirnya jodoh berpihak pada dia. Hasan, Bekas mahasiswa yang ia bimbing skrispinya😉 *Brondong Ooooy…* Hehe….

Diatas Mihrab Cinta, konon katanya juga sudah “dipinang” rumah produksi film untuk diangkat ke layar lebar. Bercerita tentang seorang anak pesantren (Syamsul) yang difitnah temannya, dituduh mencuri. Pada akhirnya Syamsul dikeluarkan dari pesantren, dan mencoba hidup mandiri karena ternyata keluarganya (kecuali Ibu dan Adiknya) juga tidak mempercayainya. Karena sudah tak ada yang percaya padanya, Syamsul pun akhirnya emmutuskan untuk menjadi orang tak baik sekalain. Menjadi pencopet! Awalnya tertangkap, tapi akhirnya dia banyak belajar dari temannya sesama penghuni sel untuk menjadi pencopet handal tanpa ketahuan. Syamsul minta bantuan adiknya ditebus dari sel, tapi kembali menjalani kehidupan gelapnya. Namun kehidupan berbalik, ketika dia mencopet dompet seorang wanita yang ternyata pacar dari orang yang telah memfitnahnya waktu di pesantren,yaitu Burhan. Ternyata selama ini Burhan membohongi Silvie. Pada kenyataanya, Burhan telah bertunangan dengan seorang santriwati. Niat Syamsul mengembalikan dompet, dan berencana membalas dendamnya, telah membawa kehidupan Syamsul ke arah yang lebih baik. Syamsul malah menjadi guru ngaji tetangga Silvie, dan akhirnya kenal baik dengan keluarga Silvie. Ketika pada akhirnya Syamsul membocorkan kebejatan Burhan pada keluarga Silvie dapat ditebak deh…Burhan pun pada akhirnya dipecat menjadi calon menantu, dan Syamsul menjadi penggantinya😉

Kalau Mahkota Cinta beda lagi, cerita ini mengambil setting kehidupan orang Indonesia di Malyasia. Ceritanya, tentang Zul seorang Sarjana yang mencoba merantau ke negeri Jiran untuk bekerja dan melanjutkan kuliahnya. Meski lulusan sarjana, kehidupannya tak juga lebih baik, hanya menjadi pekerja kasar. Dalam perjalanan ke Malaysia , dia banyak ditolong oleh seorang TKW bernama Mbak Mari. Mbak Mari ini sudah menikah, tapi ternyata suaminya kejam, dan dia menjadi TKW untuk lepas dari kehidupan suaminya. Kehidupan Zul di Malaysia pun tak lebih baik dari sebelumnya. Dengan bekerja kasar sebagai pencuci pring di sebuah café, dia menghidupi kuliah S-2nya,. Untungnya dia punya teman se-Indonesia satu flat yang baik-baik, yang terus mendorongnya dan memberikan ilmu agama yang lebih baik. Hingga pada sustu ketika Zul emrasakan jatuh cinta yang sangat kepada Mbak mari dan beniat untuk menikahinya. Namun kenyataan belum berpihak padanya, karena ternyata rumah Mbak Mari yang didatanginya telah kosnong karena penghuni rumah tersebut dituduh sebagai pelacur dan ditagkap. Hancur hati Zul, tapi itu emmbuatnya semangat kembali untuk melanjutkan study-nya sampai selesai. Ketika datang tawaran untuk melamar menjadi seorang dosen di sebuah Universitas di tanah air,membawa Zul kembali ke tanah air. Disini, niatnya untuk menikah kembali muncul. Waktu di Malaysia dia sempat mau dijodohkan dengan gadis Melayu, tapi kandas karena ternyata perempuan yang mau dijodohkan dengannya sudah punya pilihan dari kakaknya. Di Jogja, Zul ditawari menikah dengan teman istri teman satu flat-nya waktu di Malaysia (Jangan bingung loh…:Hehe..). Ternyata oh ternyata…wanita yang dijodohkan dengannya itu tak lain adalah mbak Mari! Cinta pertamanya waktu di Malaysia dulu. Pertemuan kali ini emberikan titik terang, bahwa selama ini Mbak Mari bukanlah seorang pelacur. Hanya krena teman satu rumahnya ada yang menjadi pelacur, semua menjadi tertuduh. Dan selama di Malaysia dulu, ternyata Mbak mari juga seperti Zul: kuliah sambil bekerja, ngakunya jadi TKW.

*****

Setiap Novel, memang memiliki jalan cerita yang bikin penasaran. Namun disini kita dituntut untuk menjadi pembaca yang SMART. Bawa yang baiknya, buang yang buruknya😉 Nilai-nilai kebaikan yang dibawa sang tokoh kita ambil, tapi jangan terlalu tinggi bermimpi kalau itu bisa kejadian juga dalam kehidupan nyata. Seperti kata gw dalam tulisan diawal: Kok terlalu SEMPURNA pada akhirnya. Emang ada yah S2 yang mau nikah sama tukang kerupuk keliling? Alhamdulillah banget kalau ada pencopet yang seperti si Zul, yaa..ngarepnya sih para copet jadi Insyaf habis baca buku ini🙂 Aamiin…

Trus, pada akhirnya semua dikembalikan kepada kita, jadilah pembaca yang SMART. Jangan kayak Ibu-ibu yang habis liat film Ayat-Ayat Cinta trus minta Fedi Nuril jadi mantunya, karena kebawa sama tokoh ceritanya si Fahri. Heuheu..aya-aya wae! Trus buat Kan g Abik, mudah-mudahan bisa bikin cerita yang lebih bagus dan lebih bagus lagi. Dengan tidak menafikan, kalau gw acungi jempul juga buat Kang Abik, yang sudah membawa karya Islami ke level atas, dan mulai banyak dilirik orang, penrbit, dan juga para produser film. Great Job!!

3 Tanggapan to "Tentang Novel-nya Habiburrahman El-Shirazy"

waahh mas tarnyata novel mania jg..
q jg da bc semua karya2 kang abik mulai dari:AAC,KCB1,KCB2,pudarnya pesona cleopatra,diatas sejadah cinta,ketika cinta berbuah surga,ketika derita mengabadikan cinta,dalam mihrab cinta,dll..
dan aq bs nyimpulin klo novel kang abik keseluruhannya menceritakan tantang cinta..cinta yg beda dr crita cinta yg perna aq denger atw aq rasakan sendiri..
emang wajib bgt klo novel karya kang abik jd salah satu koleksi qt!
oh ya kang abik jg lg ngerampungin Novel terbarunya loch! klo ga salah ada tiga novel!duuh qt doa’in ya moga karya kang abik yg ini bs lbh fenomenal kyk AAC…OK

PUNYA CERITA VERSI LENGKAPNYA TAKBIR CINTA ZAHRANA? Aku beberapa halaman terakhirnya g ada ceritanya. thank’s y sinopsisnya jadi tahu ending ceritanya

salam dr Malaysia…
saya juga adalh pminat fanatik kang abik…
buku2 kang abik mmbuka mata saya utk mengenali pnulis2 indonesia dgn lbih dkat…
buku kang abik memang hebat bangt..bisa buat air mataku jatuh..tak gitu??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Indonesia Bisa

Bannerku

Picisan Merangkai Kata

Anda Pengunjung ke

Demi Massa

April 2008
S S R K J S M
    Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Aku seperti majnun dengan kemiskinan hatiku, yang telah tiada berdahan karena aku tidak punya kekuatan untuk memperebutkan cinta Tuhan Di setiap siang dan malam aku berusaha untuk membebaskan diriku Dari kungkungan rantai cinta yang telah lama memenjarakanku

Blog Stats

  • 299,086 hits

Arsip

Suported By
Dari Santri Untuk Indonesia
eramuslim
Munajahku
Blognya Pecinta Sastra
Suara Konsumen
Jakarta Baycity
Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik
Jakarta Baycity
GrowUrl.com - growing your website

RSS TARUMA

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Saatnya Menatap Dunia

Klik tertinggi

  • Tak ada
ping me to technorati
website stats
Bangkit Basmi Korupsi

Poling Bulan Ini

%d blogger menyukai ini: