SastraHolic

Pembunuhan Cinta dan Pujian

Posted on: April 1, 2008

Doa-doa mengalir di tengah padang pasir dari mulut orang yang fajir, dialah diriku. Pada kesendirian aku berterus terang tentang hati dan jiwa.Dendang amarah dan penderitaan hidup adalah halilintar yang memaksa air mata keluar. Hutan gelisah membakar hidup. Aku menentang hidup. Aku menggenggam hidup yang telah diterkam nasib. Lingkaran setan menerjang gelisah. Lidahku adalah gelisah. Tanganku adalah gelisah. Hatiku adalah api. Jiwaku adalah duri. Aku memaki pujian. Aku menerkam keindahan. Aku ingin membunuh cinta. Aku ingin membunuh halilintar.

Ditemani badai aku akan membunuh mereka. Dengan api aku akan membakar gelisah. Dengan duri aku akan menerkam keindahan. Dengan jantan aku akan merobek pujian. Pada hari yang tak lagi cerah, saat semua kegelisahan terbunuh, saat api telah mengabarkan kegelisahanku aku akan berdiri sendiri, berbicara dengan damai lalu mengubur keindahan.

Abu-abu kerinduan adalah pemandang yang indah. Kematian cinta menjadi manis. Air mata rindu adalah pujian terakhir yang akan menelanku di tengah padang pasir ini.

Sekarang aku memangku gerhana yang telah lahir kembali. Dia tersenyum dengan bibir yang merah. Matanya mengeluarkan darah dari masa lalu yang mencoba membunuhku dengan segala kata. Lalu aku menggenggam bekal dari perjalananku. Senyum kematian kegelisahan adalah warna yang paling menyejukkan hatiku. Aku menata kembali hatiku. Hatiku aku ajak untuk kembali berjalan. Aku akan kembali bertualang untuk memecahkan karang. Aku mengikuti nyanyian camar di pantai, di ujung penantian.

Setelah jauh aku melangakah, aku akan kembali melihat kepadamu. Aku akan mengingat cinta yang sekarat, jeritan keindahan yang lirih, dan kata-kata memelas dari pembunuhan pujian. Semua terasa indah, semua terasa manis. Aku merasa dipeluk wibawa. Aku merasa harga diri melayangkan kata sayangnya padaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Indonesia Bisa

Bannerku

Picisan Merangkai Kata

Anda Pengunjung ke

Demi Massa

April 2008
S S R K J S M
    Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Aku seperti majnun dengan kemiskinan hatiku, yang telah tiada berdahan karena aku tidak punya kekuatan untuk memperebutkan cinta Tuhan Di setiap siang dan malam aku berusaha untuk membebaskan diriku Dari kungkungan rantai cinta yang telah lama memenjarakanku

Blog Stats

  • 299,086 hits

Arsip

Suported By
Dari Santri Untuk Indonesia
eramuslim
Munajahku
Blognya Pecinta Sastra
Suara Konsumen
Jakarta Baycity
Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik
Jakarta Baycity
GrowUrl.com - growing your website

RSS TARUMA

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Saatnya Menatap Dunia

Klik tertinggi

  • Tak ada
ping me to technorati
website stats
Bangkit Basmi Korupsi

Poling Bulan Ini

%d blogger menyukai ini: