SastraHolic

Akhir dari Sebuah Penghianatan

Posted on: April 1, 2008

Mitha menghela nafasnya untuk yang kesekian kali. Ada hawa panas yang mengalir didadanya menyesakkan aliran nafasnya. Gadis itu hanya menjerit lirih dalam kebisuannya.

“Aku ga percaya kamu bisa melakukan semua ini,”ucap Mitha lirih.

Rifky menatap dalam mata gadis itu, gadis yang telah mengisi kehidupannya selama tiga tahun terakhir ini. Gadis yang tak ingin dia lihat sedikitpun menitikkan air mata, tapi dialah kini yang membuat gadis itu mengucurkan air mata.

“Kenapa kamu diam?? Apa kamu merasa menyesal?? Ga perlu!!”kata Mitha sinis.

“Sorry Mit, aku memang ga pantas untuk dimaafkan.Aku hanya ingin kamu tau semua itu terjadi di luar kesadaran kami. Kita berdua sedang mabuk,dan….”

“Cukup!!! Aku ga mau dengar penjelasan apa-apa. Kita putus!!!” Mitha berusaha menahan air matanya kali ini.

Sesak dadanya mengetahui kenyataan bahwa kekasih yang selama ini sangat dicintainya pernah berbuat sex dengan sahabatnya sendiri ,Tara. Tak dihiraukannya lagi berpasang-pasang mata yang dari tadi menyaksikan pertengkaran mereka. Gadis itu terus berjalan,tak dihiraukannya lagi Rifky yang terus memanggil namanya. Rasa kesal atas penghianatan kekasih yang dicintainya dan sahabat yang sangat dia percayai membuat hati gadis itu begitu hancur. Mengapa?? Tidak cukupkah pengertian dan cinta yang aku beri buat Rifky? Apa salahku kepada Tara hingga dia berbuat seperti itu kepadaku? Adilkah Engkau Tuhan? Beribu-ribu pertanyaan menyerbu di isi otak gadis itu.

Tara datang ke rumah Mitha malam harinya.

“Hai Tante! Mitha-nya ada ?”sapa gadis itu lembut.

“Eh, Tara!masuk aja. Mitha lagi ada dikamar, dari tadi siang dia ga keluar-keluar. Tante jadi khawatir,” jawab mama Mitha ramah, dan memang sudah mengharap kedatangan Tara.

“OK, Tante. Tara masuk dulu ya!” sahut Tara.

Tara megetuk pintu kamar mitha .

“Mit, gue nih!” teriak Tara dari luar kamar yang memiliki dinding bercat biru laut itu.

Mitha hanya mendengus dan kembali dia terhanyut dalam rasa perih yang kini sudah menjalari seluruh tubuhnya itu.

“Mitha! Lo ga papa kan? Kok dikamar terus? Keluar yuk! Ntar gue traktir makan bakso kesukaan lo” teriak Tara lagi.

‘you’re a bitch!’ maki Mitha dalam hati.

“Mitha! Tha!” teriak Tara lebih keras.

Sudah setengah jam gadis itu berdiri di depan kamar Mitha sambil meneriakkan nama empunya.

Pintu dibuka Mitha dengan kasar.

“Ngapain sih lo teriak-teriak di depan kamar gue?” semprot Mitha.

Tara hanya melongo melihat kelakuan sahabatnya ini.

“Lo ga papa kan? Kirain gue lo sakit” ucap Tara tenang.

“Ga usah sok baik deh lo! Gue baru tau Tar…ternyata hati lo tuh busuk!!” ucap Mitha sinis.

“Emang salah gue apa Mit?” tanya Tara yang masih tidak mengerti tentang apa yang terjadi.

“Salah lo apa??? Aduh tar! Lo tuh emang pinter bersandiwara ya! Kenapa lo ga jadi pemain sinetron aja, huh?? Tega ya lo hianatin sobat lo sendiri” Mitha menatap tajam mata Tara, bagaikan elang yang siap mencengkeram mangsanya.

Tara tercekat mendengar kata-kata yang keluar dari sahabatnya itu. Apa Mitha sudah mengetahui tentang aku dan Rifky? pikir Tara.

“Mit…maaf,” hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut Tara. Tara tahu kalau kesalahannya itu memang tidak pantas dimaafkan. Tapi Tara masih berharap kalau persahabatan yang sudah terjalin sejak kecil itu tidak berakhir sampai disini.
Kedua pasang mata kini hanya saling bertatapan, berusaha menulusuri kedalam hati masing-masing.

“Lebih baik lo pergi Tar, gue udah ga mau ketemu sama lo lagi,” ucap Mitha kemudian.

“Maafin gue Mit,” ucap Tara lirih sambil berlalu. Mitha hanya tersenyum kecut.

Mitha menatap langit-langit kamarnya. Pandangan gadis itu kosong, seolah-olah jiwanya terbang meninggalkan raganya.

“Why did it happen God?” keluhnya.

Kenangan-kenangan bersama Rifky kini sedang berputar diotaknya,bagaikan sebuah video yang sedang di-replay. Tetes air mata kian mengalir deras dari mata gadis itu setiap momen-momen indah yang dilewatinya terputar kembali diotaknya. Apa aku bisa hidup tanpa kamu Rif?? ucap Mitha lirih.

Mitha melihat sebuah benda tiba-tiba berkilat dibawah sorot lampu diatas meja belajarnya. Tangan gadis itu meraih benda yang kemarin dia gunakan untuk memotong kertas itu. Benda itu kini dijadikannya mainan barunya. Suara dering handphone yang entah sudah kebeberapa puluh kalinya, tidak dihiraukannya.Gadis itu tiba-tiba tersenyum lalu tertawa…tertawa dan tertawa. Tak dirasakannya lagi rasa sakit dihatinya. Semuanya terasa ringan, tak ada lagi gelak tawa Rifky yang bermain diotaknya. Kini dia terbang..melayang terbebas dari semua.

Mitha memandangi sosok yang kini terbaring dihadapannya.Ada darah segar yang mengalir dari pergelangan tangan gadis itu. Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka dengan paksa. Sesosok wanita yang sudah lama dikenalnya kini terduduk lemah disamping gadis itu.

“Mitha…Mitha…kenapa kamu lakukan ini sayang??” teriak wanita itu histeris.

Mitha melihat sosok laki-laki dan wanita yang separuh rambutnya sudah hampir dipenuhi uban itu..menatap lesu gadis yang sedang terbaring itu…dan air mata itu???? Mereka menangis??
“Ma..Pa..Mitha disini..disamping Mama,” ucap Mitha .

Mitha terus mengulang-ulang kata itu, tapi tak satupun yang mendengarnya.

“Maafkan aku Mitha,” ucap Tara lirih di depan sebuah pusara.

THE END.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Indonesia Bisa

Bannerku

Picisan Merangkai Kata

Anda Pengunjung ke

Demi Massa

April 2008
S S R K J S M
    Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Aku seperti majnun dengan kemiskinan hatiku, yang telah tiada berdahan karena aku tidak punya kekuatan untuk memperebutkan cinta Tuhan Di setiap siang dan malam aku berusaha untuk membebaskan diriku Dari kungkungan rantai cinta yang telah lama memenjarakanku

Blog Stats

  • 299,086 hits

Arsip

Suported By
Dari Santri Untuk Indonesia
eramuslim
Munajahku
Blognya Pecinta Sastra
Suara Konsumen
Jakarta Baycity
Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik
Jakarta Baycity
GrowUrl.com - growing your website

RSS TARUMA

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Saatnya Menatap Dunia

Klik tertinggi

  • Tak ada
ping me to technorati
website stats
Bangkit Basmi Korupsi

Poling Bulan Ini

%d blogger menyukai ini: