SastraHolic

Triliuner Berutang di Mana-Mana

Posted by: seyyed on: Mei 31, 2008

JAKARTA, SABTU – Ahmad Zaini Suparta, pria yang mengaku akan membagikan warisan orangtuanya senilai Rp 18.000 triliun, dicari-cari sejumlah pengusaha hotel, katering, dan hiburan karena ngemplang ratusan juta rupiah.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Susno Duadji mengimbau warga masyarakat tidak mudah terpancing dengan kabar tentang triliuner yang akan membagi-bagi uang.

Sejumlah pengusaha yang tertipu Ahmad Zaini melaporkan pria yang mengaku tinggal di Pulomas, Jakarta Timur, tersebut ke Polresta Cimahi. Ahmad Zaini antara lain menunggak pembayaran sewa hotel tempat ia menyelenggarakan public expose rencana penyaluran dana Rp 18.000 triliun tersebut.

Grup musik tradisional terkemuka, Saung Angklung Mang Udjo, juga mencari-cari Ahmad Zaini karena belum membayar honor pentas. Melalui Yayasan Galuh Pakuan yang beralamat di Jalan Aria Timur, Bandung, beberapa waktu lalu Ahmad Zaini minta Saung Angklung Mang Udjo menghibur hadirin di public expose di Villa Istana Bunga, Parongpong, Bandung Barat, Kamis (29/5).

”Kami dikontrak Rp 20 juta, tapi uangnya hingga kini belum dibayar,” kata Maulana, staf marketing Saung Angklung Mang Ujo, Jumat (30/5). Maulana telah mengecek ke alamat Ahmad Zaini yakni di Jalan Aria Timur. Ternyata, alamat itu adalah alamat Yayasan Galuh Pakuan. ”Galuh Pakuan lepas tanggung jawab,” imbuhnya. Baca entri selengkapnya »

Heboh Zaini, Pemilik Dana Triliunan Rupiah

Posted by: seyyed on: Mei 30, 2008

BANDUNG, JUMAT – Ratusan pengusaha, bankir, dan pejabat pemerintah memenuhi Villa Istana Bunga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (29/5). Mereka menunggu kepastian dana belasan triliun yang dikatakan akan dikucurkan untuk membiayai proyek ratusan miliar.
Ahmad Zaini Suparta (52) mengaku memiliki dana belasan ribu triliun tersebut. Dana tersebut akan digunakan untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia melalui sejumlah proyek yang diajukan tamu undangan kemarin.Ahmad mengaku memiliki harta tersebut sebagai warisan dari orangtuanya, Suparta, yang mempunyai kolateral emas yang disimpan di sejumlah bank di AS, China, dan Eropa.Achmad mengaku dananya baru diketahui 1.000 hari setelah kematian orangtuanya. “Empat puluh delapan Bank telah menyatakan siap menerima aliran dana tersebut. Kita tunggu saja dalam waktu dua minggu ini,” ucap Ahmad kepada public multi project kemarin. Baca entri selengkapnya »

Siapa Ahmad Zainal Suparta?

Posted by: seyyed on: Mei 30, 2008

Ahmad Zaini Suparta mendadak jadi sorotan setelah ia memasang iklan di sebuah surat kabar di Bandung dan menggelar pertemuan di Vila Bunga, Parongpong, Kamis (29/5).Ia megaku memiliki uang Rp 18.000 triliun dan membuka diri untuk meminjamkan dana kepada siapa pun yang memiliki proyek di atas Rp 50 miliar. Terang saja orang pun berbondong-bondong datang ke Vila Bunga.
Siapa sebenarnya Ahmad Zaini dan dari mana ia memiliki uang sejumlah itu? Saat ditanya wartawan, berkali-kali Ahmad menegaskan bahwa uang yang saat ini dimilikinya adalah uang warisan dari kedua orangtuanya yang diberikan kepadanya.


Ia sendiri baru mengetahui mewarisi uang tersebut dua tahun lalu.Suparta, almarhum ayahnya yang sudah meninggal, berpesan agar jangan membuka sebuah map yang sudah diplakban sebelum dia meninggal. “Setelah ayah saya meninggal saya baru berani membuka map itu,” kata Ahmad kemarin. Ia terkejut bukan kepalang karena setelah membuka map itu ada beberapa lembar kertas yang menjelaskan tentang keberadaan uang tersebut beserta asal-usulnya.Ahmad mengisahkan, uang senilai 20 kali lipat APBN Indonesia yang diberikan ayahnya tersebut didapat dari hasil penjualan rempah-rempah ke beberapa negara, seperti Amerika Serikat, China, dan Eropa. “Ayah saya bisnis kolateral,” kata suami yang belum juga dikaruniai anak ini.Ahmad menambahkan, ayahnya merupakan keturunan langsung dari Prabu Siliwangi ke-13 dan ibunya keturunan langsung dari Embah Jaya Perkosa dari Kerajaan Galuh Pakuan. Baca entri selengkapnya »

Puluhan pengusaha dari beberapa daerah di Indonesia, Kamis (29/5), berdatangan ke Kota Bandung untuk bertemu dengan Ahmad Zaini Suparta SH, pria asal Tasikmalaya yang menjanjikan pinjaman lunak triliunan rupiah tanpa bunga.Mereka hadir untuk menghadiri “Public Expose Multi Project” dengan tema “Membangun Perekonomian Indonesia” di Gedung Graha Siliwangi Jalan Aceh Kota Bandung sekaligus untuk memastikan kemajuan proposal pinjaman yang mereka ajukan kepada pria yang disebut-sebut memiliki dana Rp250 triliun itu.Namun pertemuan itu tidak berlangsung mulus, menyusul pihak pengelola Gedung Graha Siliwangi tidak mengijinkan penggunaan gedung milik Kodam III Siliwangi itu karena panitia belum menuntaskan kewajibannya serta belum ada perijinan dari aparat kepolisian.Karena tidak mendapatkan izin, akhirnya pertemuan dialihkan ke GOR Istana Bunga di kawasan Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.Kehadiran para pengusaha itu atas undangan Yayasan Galuh Pakuan yang juga bertindak sebagai salah satu project owner yang mengajukan proposal permohonan bantuan lunak kepada Ahmad Zaini Suparta.
Baca entri selengkapnya »

Situasi transportasi di Jakarta kini kacau balau. Banyak yang mogok dan banyak pula yang menaikan tari secara sepihak. Akibatnya tidak sedikit warga yang beraktifitas baik untuk bekerja, sekolah atau keperluan lain terlantar di jalanan.Sebagian warga terpaksa jalan kaki ketempat tujuan karena tidak ada angkutan umum yang melayani. Ada taksi uang tak cukup. Ada ojek juga menaikan tariff yang menguras kantong.

Disana sini, tidak sedikit penumpang bertengkar dengan sopir atau kenek karena tarifnya melonjak tinggi. Warga bertahan dengan tariff lama karena belum ada keputusan dari Gubenur DKI. Disisi lain, pelajar berebut naik truck yang lewat, mereka tak peduli bahaya berlarian di jalanan nan padat memburu truck yang melaju.Alasan sopir yang ogah narik karena jika meniakan tarif sepihak sama dengan melanggar aturan.

Resiko melanggar aturan kalau sampai tertanggap polisi atau petuga Dinas Perhubungan, izin trayek bakal dicabut.Kekacauan seperti ini biang keroknya adalah kenaikan harga bahan baker minyak, premium yang menjadi Rp 6.000/liter dan solar Rp 5.500/liter pastilah membuat biaya operasional membengkak. Apalagi jika dikait-kaitkan dengan suku cadang sampai sembako dan uang makan.Banyak sopir angkutan menaikan tariff secara sepihak atau mogok karena belum ada keputusan tarif baru dari Pemda DKI Jakarta dengan Organda. Pemda mematok kenaikan maksimal 15% sedang Organda meminta 50%. Pertemuan pun tak menghasilkan apa-apa karena saling bertahan. Karena pertemuan tak menghasilkan keputusan, kekacauan transportasi di Jakarta pun terus berlanjut.

Semestinya, sebagai ibukota Negara dan menyandang daerah khusus hal seperti ini tidaklah terjadi. Membiarkan kondisi transportasi amburadul seperti ini. Membiarkan penumpang dan sopir terus bertengkar. Membiarkan pemogokan berlangsung. Membiarkan pelajar memburu bahaya memburu truck yang lewat. Terkesan Jakarta tak pantas menjadi kota metropolitan. Apalagi kota megapolitan. Malulah dengan sejumlah daerah yang cekatan dalam mengambil keputusan.

Oleh karena itu, cepatlah pemda DKI mengambil keputusan tentang tariff baru angkutan umum. Masyarakat pasti paham bahwa tariff memang harus naik. Harapannya, Organda dan Pemda DKI sama-sama duduk dengan berpikir demi pelayanan masyrakat. Kenaikan tarif terlalu mahal tentu sangat memberatkan masyarakat, naiklah secara wajar dengan barometer awak angkutan bias pulang membawa uang untuk keluarganya, masyarakat pun demikian, penghasilannya tidak habis hanya untuk biaya transportasi.

Solutif dan Konstruktif “Harusnya Kita Bersikap”

Posted by: seyyed on: Mei 28, 2008

Warga tuntu BLTRakyat kini makin dipusingkan menghadapi imbas kenaikan BBM. Mereka tentu tidak ingin melihat persoalan ini tambah runyam akibat aksi-aksi demonstrasi yang menjurus pada kekerasan. Setiap aksi masa tentu sangat rawan bentrokan, apalagi jika memang ada pihak-pihak ketiga yang mencoba memeancing di air keruh.
Sekarang ini, berharap kepada pemerintah untuk bersedia menarik kembali kebijakannya tentu sangat tidak mungkin. Berkeluh kesah, memprotes dan melawan kebijakan itu juga rasanya tak mungkin karena justru menimbulakan gejolak-gejolak baru. Ini bukan persoalan kalah menang atau protes diprotes. Namun dibalik kebijakan kenaikan harga BBM beserta segala fenomena imbasnya, ada persoalan bangsa yang tetap nyata.
Tengok saja sekarang ini, harga-harga kebutuhan pokok sudah mengalami kenaikan. Tariff angkutan umumpun berancang-ancang lebih mahal. Buruh-buruh terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat efisiensi sector industri yang dipicu kenaikan ongkos produksi sebagai imbas melambungnya harga BBM. Rakyat yang frustasi akibat himpitan ekonomi ada yang kemudian menjadi pencuri. Sebagian lain ada yang nekad mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Kehidupan mereka di negeri ini semakin bikin ngeri. Lalu apa yang harus kita lakukan???
Semua elemen bangsa (termasuk mahasiswa) kini dituntut untuk lebih bijak dan tak mengedepankan emosi dalam menghadapi situasi yang makin sulit ini. Pejabatnya perlu mawas diri memberi contoh sikap yang baik. Mereka wajib untuk menjadi motor terdepan dalam menunjukan kesederhanaan, bukan malah bermewah-mewah menikmati fasilitas yang masih bergelimang, rakyat juga perlu bersikap mawas diri, tidak mudah dikompori, dan dapat menyalurkan aspirasi lewat cara-cara yang sopan, tertib dan elegan. Itu semua dibutuhkan agar suasana kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara tetap kondusif.
Ingat, kenaikan harga BBM yang oleh pemerintah dianggap salah satu cara survive di era krisis ekonomi dunia ini hanyalah satu dari sederet masalah-masalah yang lain di negeri ini. Tentu kita menginginkan satu masalah diselesaikan dengan tuntas sebelum kemudian menyentuh permasalahan yang lain, jika tidak, yang terjadi justru satu masalah akan menimbulkan masalah yang lain. Disinilah, sangat penting bagi semua elemen bangsa untuk selalu mengedepankan sikap solutif dan kontruktif di setiap menyampaikan aspirasinya

Unjuk Rasa Mahasiswa “Anarkikah”???

Posted by: seyyed on: Mei 28, 2008

Protes yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat setelah kenaikan BBM merupakan upaya menggerakan hati kaum poitikus. Sebagian besar masyarakat percaya bahwa kenaikan BBM dapat dibatalkan, seiring banyaknya saran-saran yang telah dituai kaum cendikiawan ataupun intelektual untuk menghindari keniakan BBM, misalnya pemerintah berusaha menaikan produksi minyak mentah dan meningkatkan efesiensi di Pertamina dan PLN, perbaikan menejemen import-eksport minyak nasional, menangguhkan utang luar negeri dan program-program diversifikasi energi.
Saran atupun langkah dari berbagai pihak yang semestinya diambil pemerintah memang kurang praktis untuk diimplementasikan, terkait harga minyak dunia yang tidak berhenti melonjak. Masih banyak cara lain untuk menyelamatkan APBN yang diprediksikan akan membengkak. Namun langkah meniakan BBM telah diambil, dan dampaknya telah dirasakan masyarakat luas.Kondisi ekonomi yang semakin membelit dan dirasakan masyarakat luas ini terus menerus memanggil mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan untuk berunjuk rasa merupaka efek rasa ketidakpuasan dan ketidakadilan masyarakat terhadap kebijakan yang diambil pemerintah, misalnya harga-harga naik sedangkan pendapatan masyarakat tidak kunjung membaik, bahkan mendekati kemunduran.
Pada umumnya, kaum politikus menilai protes kenaikan BBM lewat aksi unjuk rasa identik dengan anarki. Karena itu, tiap aksi demonstrasi perlu dikawal dengan ketan dan perlu “diamankan”. Masih segar dalam ingatan kita bahwa penilaian seperti ini diterapkan di masa rezim Orde Baru, dimana protes-protes dianggap sebagai pengganggu kekuasaan. Aksi demonstrasi hanya merujuk pada anarki dan subversive.
Baca entri selengkapnya »

Rutan “Surga” Bagi Koruptor

Posted by: seyyed on: Mei 27, 2008

Judul diatas mungkin terkesan picisan tapi inilah faktanya, tulisan ini entah keberapa kalinya yang aku buat tentang keraguanku kalo Indonesia itu bisa bangkit.
Kalau dikaitkan dengan temuan Transparency International Indonesia (TII), bahwa Polri sebagai lembaga terkorup, pembenarannya dapat dijumpai dalam model “rutan” ini, ketua TII Todung Mulya Lubis pada Desember 2007 lalu, menunjukan hasil survei yang menempatkan Polri diperingkat pertama lembaga terkorup, diikuti lembaga peradilan dan parlemen.Betapa tidak istilah masuk bui pulang tinggal tulang tampaknya tak berlaku bagi tahanan korupsi, Rumah Tahanan (Rutan) Poda Metro Jaya selama ini diam-diam menjadi “surga” bagi tersangka korupsi titipan KPK, sel bukanlah neraka.Sebagian dari mereka bisa menikmati berbagai fasilitas kamar ber-AC, televisi, bebas halo-halo pakai HP, laptop, bahkan ruang rapat khusus blok B, fasilitas bak di hotel berbintang ini hanya dapat dinikmati penghuni berkantong tebal.

Makanan yang disantap juga tak hanya menu sayur kangkung, tahu dan tempe jatah tahanan, karena mereka bias makan enak kiriman keluarga. Mereka tak dicampur dengan pelaku criminal biasa. Rutan polda saat ini dihuni 124 tahanan biasa, 22 tahanan titipan KPK.

Bukan rahasia lagi kalau ada perlakuan lebih dari orang-orang berduit sekalipun mereka berstatus sebagai tahanan atau narapidana, ini terjadi dihampir semua lapisan penegak hukum apakah itu kepolisian, kejaksaan, maupun lapas.

Mau dibawa kemana bangsa ini???

Proses Casting Film KCB Dimulai

Posted by: seyyed on: Mei 26, 2008

Salah satu bintang sinetron, Anissa Ibathia (20), juga ikut terlibat dalam proses audisi KCB di kantor Sinemart Pictures, Kedoya, Jakarta Barat, Jumat.Proses pencarian bintang film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) mulai digelar. Sekitar seratus pendaftar mulai mengikuti proses casting di kantor Sinemart Pictures, Kompleks Kedoya Elok Plaza No DE-16, Jalan Panjang, Jakarta Barat, Jumat (23/5).

Head of PR & Promotion Sinemart, Abdul Aziz, mengatakan, proses casting yang berlangsung hari ini, Jumat (23/5) menjadi gong terkait akan dilaksanakannya proses audisi yang akan berlangsung di sembilan kota.
“Proses audisi hari ini juga untuk mengakomodir mereka yang ingin terlibat dalam film ini. Banyak yang sudah mendaftar secara online. Jumlahnya lebih dari 500 orang,” katanya.

Rencananya proses audisi akan dimulai di Surabaya dan Medan, pada 14-15 Juni nanti, disusul Padang dan Yogyakarta (21-22 Juni), Semarang dan Banjarmasin (28-29 Juni), Bandung dan Makassar (5-6 Juli) dan terakhir Jabodetabek (10-13 Juli.

Pada proses casting hari ini, sutradara Chaerul Umam, terlihat turun langsung menyeleksi para calon pemain KCB. “Proses kali ini lebih untuk pendataan para calon pemain, supaya proses nanti kita punya gambaran,” ujar sutradara yang akrab disapa Kang Mamang ini.

Sementara itu, menurut Aziz, mereka yang akan terlibat dalam film ini harus melalui proses audisi, tak terkecuali bintang film tenar sekali pun. “Selama mereka bisa memenuhi kriteria yang kita tetapkan untuk memerankan karakter-karakter yang ada untuk film ini, seperti lima tokoh utama Azam, Furqan, Anna, Eliana, dan Husna” katanya.

Film KCB diangkat berdasarkan adaptasi novel laris dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy. Sebelumnyua novel Habburrahman berjudul Ayat Ayat Cinta juga telah diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama dan menyabet rekor jumlah penonton bioskop di Tanah Air.

Menurut Aziz, pihaknya telah menentukan persyaratan bagi mereka yang mengikuti proses audisi ini. Salah satunya ialah para pemain diwajibkan bisa membaca Al-Quran dengan baik dan menguasai isi novel KCB.

Penemu Bahan Bakar Air Minta Maaf

Posted by: seyyed on: Mei 24, 2008

Joko Suprapto, si penemu bahan bakar air yang dikenal dengan sebutan Blue Energy, meminta maaf maaf karena merasa telah menyusahkan banyak pihak yang menyangka ia telah diculik, padahal ia hanya mengasingkan diri akibat sakit. “Saya hanya menenangkan diri sambil menyusun strategi dan mencari dana karena proyek ini masih membutuhkan dana,” kata warga Desa Ngadiboyo, Rejoso, Nganjuk, Jatim, Jumat (23/5) malam di depan wartawan.
Ia secara khusus juga meminta maaf kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Pertama-tama saya ingin minta maaf pada Presiden SBY dalam hal ini karena timing yang kita janjikan belum bisa tepat waktu. Namun hubungan saya dengan bapak presiden baik-baik saja tidak ada masalah,” jawab dia.

Mengenai rencana proyek blue energy di masa mendatang yang tengah dia kerjakan, Joko berharap akan bisa menghasilkan yang positif bagi bangsa Indonesia. “Ya, supaya segera sampai ke masyarakat dan bisa dinikmati masyarakat luas terutama Indonesia ini,” katanya. Baca entri selengkapnya »

Indonesia Bisa

Bannerku

Picisan Merangkai Kata

Anda Pengunjung ke

Demi Massa

Mei 2012
S S R K J S M
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Aku seperti majnun dengan kemiskinan hatiku, yang telah tiada berdahan karena aku tidak punya kekuatan untuk memperebutkan cinta Tuhan Di setiap siang dan malam aku berusaha untuk membebaskan diriku Dari kungkungan rantai cinta yang telah lama memenjarakanku

Blog Stats

  • 164,762 hits

Arsip

Suported By
Dari Santri Untuk Indonesia
eramuslim
Munajahku
Blognya Pecinta Sastra
Suara Konsumen
Jakarta Baycity
Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik
Jakarta Baycity
GrowUrl.com - growing your website

RSS TARUMA

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Saatnya Menatap Dunia
ping me to technorati
website stats
Bangkit Basmi Korupsi

Poling Bulan Ini

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.