<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SastraHolic</title>
	<atom:link href="http://sastralife.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sastralife.wordpress.com</link>
	<description>Aku Ragu Ada Dan Tiadaku, Tapi Cinta Mengumumkan Aku Ada</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jun 2008 06:03:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='sastralife.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9021647ac054bb5459d9701f78268dd8?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SastraHolic</title>
		<link>http://sastralife.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Ketika Kepercayaan Dipertanyakan</title>
		<link>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/11/ketika-kepercayaan-dipertanyakan/</link>
		<comments>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/11/ketika-kepercayaan-dipertanyakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 06:03:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seyyed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Motifasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sastralife.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Part 1

“La&#8230; Aku sayang kamu. Aku peduli sama kamu. Sekelam apa pun masa lalu kamu, bagi aku kamu tetap bidadari dalam hidupku. Jangan pernah lagi ngomong kalo kamu ga pantas buat aku!” Aku terseguk dalam pelukan Abdul yang kian erat. Abdulku. Laki-laki yang kukagumi. Cintanya begitu dalam kurasakan. Tapi apakah aku pantas mendapatkannya? Dia laki-laki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=154&subd=sastralife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800000;">Part 1</span></span></strong><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">“La&#8230; Aku sayang kamu. Aku peduli sama kamu. Sekelam apa pun masa lalu kamu, bagi aku kamu tetap bidadari dalam hidupku. Jangan pernah lagi ngomong kalo kamu ga pantas buat aku!” Aku terseguk dalam pelukan Abdul yang kian erat. Abdulku. Laki-laki yang kukagumi. Cintanya begitu dalam kurasakan. Tapi apakah aku pantas mendapatkannya? Dia laki-laki yang bisa menjaga dirinya dengan cukup baik, sedang aku?</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Terkenang hari-hari di masa kecil dulu. Saat keluargaku harus tinggal dan bekerja di sebuah rumah minum. Dimana rumah itu dipenuhi para pemabuk, juga para pelacur. Ayah hanyalah seorang satpam di sebuah perusahaan. Dan ibuku&#8230; Beliau adalah kasir di rumah minum itu. Karena ibu bekerja di situlah, maka keluarga kami diberi dua kamar gratis di salah satu bagian rumah. Sebagai akibatnya, ibu tidak menerima gaji sepeser pun dari si pemilik.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Rumah minum itu cukup luas. Terdiri dari satu rumah utama yang bertingkat. Memiliki beberapa kamar yang tentunya kalian tau akan digunakan untuk apa. Teras luas di bagian depan dan di tingkat dua. Bar di ruang utama. Dan tigabelas pondok kecil terbuka yang mengelilingi rumah utama. Di dekatnya ada sebuah danau. Aku suka memancing dan angon itik di sana. Kadang-kadang juga suka hunting telor itik yang berceceran di mana-mana. Tau sajalah gimana kelakuan para itik itu. Ah iya, ada juga pondok-pondok yang untuk menuju ke sana harus melewati labirin tanaman dulu. Sepertinya masa laluku indah ya? Benarkah?</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Dulu, kami juga pernah tinggal di gudang kantor tempat ayah bekerja. Bersama roll roda alat berat yang penuh oli. Bersama tikus-tikus. Kami tinggal bersama di ruangan tanpa jendela seluas tiga kali lima belas meter. Karena itulah maka ayah dan ibu bersedia saat ditawari untuk memegang rumah minum itu. Hanya agar anak-anaknya bisa merasakan rumah yang lebih layak. Layakkah?</span><span id="more-154"></span><span style="color:#800000;"> </span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Aku ingat dulu, saat aku bermain-main di sekitar rumah. Angon itik di danau. Dan memancing mujair untuk digoreng. Saat melewati sebuah pondok yang cukup terpencil di sudut halaman, aku mendengar suara erangan. Suara erangan yang aneh. Seperti kesakitan, tapi juga nikmat. Kontradiksi banget. Lalu aku masuk ke pondok itu. Kulihat seorang laki-laki besar yang telanjang bulat sedang menjilat kemaluan salah satu tante yang juga tinggal di rumah minum itu. Tante juga telanjang. Ibu sering menjilat lukaku, jadi kupikir om itu sedang berusaha menyembuhkan luka tante. Mulanya mereka kaget melihatku. Aku bertanya, “’Apem’ tante luka ya, om? Ko dijilatin gitu?” Gelagapan, si om menjawab, “eh, iya.” Lalu tante menyuruhku untuk segera pulang. Aku pun pergi. </span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Aku tak begitu ingat apa yang terjadi pada diriku. Yang kuingat, di usia TK aku sudah tau apa itu seks. Di usia TK-lah, pertama kalinya aku melakukan masturbasi (setelah besar baru aku tahu kalo itu disebut masturbasi). Aku gunakan sebuah guling untuk kugesek-gesekkan di kemaluanku. Rasanya geli. Di usia TK pula pertama kalinya aku mencoba meminum minuman keras (bir bintang aja sih). Dicekoki oleh salah satu om di sana. Om itu dimaki-maki oleh ibu saat ibu tahu. Di usia TK, setiap malamku penuh dengan teriakan-teriakan para pemabuk yang terkadang suka memukuli pelacur-pelacur di rumah minum itu. Juga terdengar suara desahan dan erangan yang tanpa malu-malu. Ayah, terkadang tak ada di rumah bila terkena shift malam. Setiap malam, kami bertiga (aku dan kedua kakakku) di kunci di kamar oleh ibu. Beliau takut para pemabuk itu akan mengganggu kami. Ah iya, ada seseorang yang menggambar cewek bugil di salah satu lantai pondok-pondok kecil itu. Seukuran wanita dewasa. Aku menyebutnya “Pondok Mesum”. </span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Akhirnya waktu aku kelas 2 SD, ayah memilih tuk pergi dari rumah minum. Mungkin beliau merasa, sangat tidak sehat bagi anak-anaknya untuk tumbuh di tempat seperti itu. Kami pun mengontrak sebuah rumah bangsalan dengan satu kamar tidur yang memanjang bak kereta api. Lagi-lagi tanpa jendela selain di depan dan di belakang rumah. Tapi lumayanlah. </span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Tetangga sebelah kiri di bangsalan itu memiliki seorang anak perempuan yang berusia di atasku. Tapi papanya sangat jahat. Entah berapa banyak pukulan yang diterimanya hanya karena kesalahan yang sepele. Bahkan terkadang untuk kesalahan yang tidak dilakukannya. Pukulan serta hukuman tidak senonoh itu dilakukan papanya dalam keadaan sadar! Dia juga pernah menghukum temanku itu dengan menjemurnya di halaman depan rumah dalam keadaan bugil!!! Siang hari, saat jalanan sedang ramai dilewati orang. Padahal tubuh temanku itu bongsor. Payudara pun telah ia miliki. Ah, aku tak tega melihatnya. Betapa teganya laki-laki itu mempermalukan anak kandungnya sendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800000;">Part 2</span></span></strong><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Kelas 5 SD, keluarga kami pindah lagi. Cukup lama kami tinggal di rumah ini. Ya, soalnya ayah telah membelinya untuk tempat tinggal kami yang permanen. Penuh dengan jendela. Berada di atas bukit menghadap laut. Setiap kali matahari senja rebah ke peraduan, lukisannya jelas terlihat dari teras depan. Mungkin itu yang membuatku mencintai senja. Aku sering menikmatinya dari markas kecilku di atas pohon mangga di depan rumah. Sampai sekarang, aku merasa itu adalah rumah terbaik yang pernah aku tinggali. Teman-teman main yang seusia juga banyak sekali di sana. Masa-masa terindah saat aku masih kecil. Tapi itu ga lama. </span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Beberapa tahun kemudian, saat aku smp, temanku (tetangga sebelah rumahku) kedatangan dua orang sepupunya dari kota lain. Mereka akan tinggal dirumahnya. Katanya sih mau kuliah di kota ini. Laki-laki. Kembar identik. Salah satunya kemudian sering melakukan pelecehan seksual kepadaku. Pertama kali bertemu, dia tersenyum aneh padaku. Heran, tapi kubalas saja senyum itu. Suatu hari rumah temanku lagi sepi, saat berjalan di lorong rumahnya yang sempit, aku berpapasan dengan sepupunya itu. Tiba-tiba dia menekanku di dinding dan meraba payudaraku. Tapi untung saja tiba-tiba ada suara mendekat, dia lalu pergi menyisakan senyum anehnya. Di hari yang lain, dia mencoba menyentuh dan meremas pantatku dengan sengaja, bahkan terkadang menekanku ke dinding dan mengelus-elus pangkal pahaku dan berusaha menciumku. Senyum dan wajah mesumnya itu membuatku merasa sangat muak! Tapi aku ga berani cerita sama orang lain. Aku malu dan takut. Tapi sepertinya justru itu yang membuat dia semakin berani kepadaku. Aku bingung. Aku ga bisa membedakan mereka (dia kembar identik). Siapa yang telah melakukan pelecehan kepadaku? Aku muak dan ketakutan bila bertemu dengannya. Aku benci dia. Sejak itu, aku selalu langsung pulang bila ada dia di rumah temanku.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Lalu aku pindah ke sebuah kota dengan menyisakan rasa minder dan kesal terhadap laki-laki itu, juga terhadap diriku yang tidak berani melakukan apa-apa untuk menjaga kehormatanku. </span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Beberapa tahun kemudian (kelas 3 SMA), aku punya pacar. Pacar pertama. Dia yang mengajariku beberapa jenis ciuman. Dia juga yang pertama kali meraba, meremas, menjilat, dan menggigit payudaraku. Menyentuh dan mengusap vaginaku. Penisnya pula yang pertama kali kusentuh. Tapi kami tidak pernah bersetubuh. Telanjang pun tidak. Hanya petting. Sejak saat itu baru aku tahu nikmatnya disentuh laki-laki. Mungkin karena dilakukan atas dasar suka sama suka. Suatu ketika, dia harus pergi ke luar kota untuk bekerja di sana selama setahun. Kurasa aku cukup setia menantinya. Tapi kabar apa yang akhirnya kudengar? Di sana dia bercinta dengan perempuan lain. Seorang pelacur. Satu perempuan untuk bertiga! Aku syok. Aku lebih suka kalau dia melakukan itu dengan orang yang dicintainya. Tapi ini&#8230; Ah, sudahlah. Akhirnya, kami pun berpisah. Entah sudah berapa wanita yang telah disetubuhinya di sana.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Kembali aku pindah ke kota lain. Kuliah. Punya pacar juga di sana. Pernah di kamar kos-nya kami bergumul hebat hingga telanjang bulat. Tapi saat dia meminta untuk memasukkan penisnya ke dalam vaginaku, aku ngga mau. Aku ketakutan. Mungkin karena aku belum pernah melakukannya, mungkin juga karena aku masih memegang keinginanku untuk mempertahankan keperawananku hanya untuk suamiku nanti. Tapi semoga saja karena aku masih takut Tuhan. Dan untung saja hal itu tidak kulakukan. Sebab baru ku tahu bahwa ternyata pacarku itu sering sekali having seks dengan pelacur-pelacur di pinggiran kota. Dia juga punya selingkuhan di kota lain. Mereka seringkali bercinta di sebuah kontrakan tempat selingkuhannya itu tinggal. Tapi kemudian ketahuan warga setempat karena alasan yang sangat bodoh. Karena anak-anak kecil di sekitar rumahnya menemukan kondom di tempat sampah, yang lalu mereka tiup karena disangka hanyalah sebuah balon biasa. Saat ditanya orang tua mereka, mereka bilang telah menemukannya di rumah selingkuhan pacarku itu. Setelah tertangkap basah, pacarku dan selingkuhannya pun dikawinkan. Cowo sialan! Kesal banget telah membiarkannya melihat tubuhku dalam keadaan bugil.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="color:#800000;">Part 3</span></strong></span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Akhirnya aku dijodohkan oleh orangtuaku. Siti Nurbaya banget, dinikahkan hanya untuk membayar hutang orang tua. Aku enggan bercinta dengannya. Malam pertama aku langsung tidur. Tepatnya sih berpura-pura tidur. Hingga hari pun berganti minggu. Akhirnya dia ga tahan lagi. Suatu malam dia mulai menciumku dengan liar. Ah, setetes air mataku menetes dalam gelap tanpa dia tahu. Dia memperlakukanku dengan kasar. Seperti binatang buas yang kelaparan. Sakit. Sakit sekali di bawah sana. Aku menangis. Tapi lalu dia hanya menyuruhku memperlihatkan darah perawanku kepadanya. Mungkin agar dia merasa puas karena telah medapatkan seorang yang masih perawan. Aku lalu ke kamar mandi. Masih kesakitan dan menangis. Darah mengalir dari vaginaku. Kupandangi dengan tatapan sedih. Aku kembali ke kamar. Masih terisak, masih kesakitan. Aku hanya berharap suamiku akan memeluk dan menghiburku. Tapi&#8230; Dia malah tidur begitu saja. Meski aku terisak keras, dia tak juga bangun. Kusentuh tubuhnya, kugoyangkan. Dia pulas hingga pagi. Isakku berubah menjadi tangis tanpa suara. Airmata mengalir dalam diam. Cuma inikah penghargaan bagiku? Sesal yang kurasa tak kunjung hilang hingga saat ini. Setelah malam itu akupun bercinta dengannya dengan pasrah, tanpa rasa. Hanya karena itu kewajiban seorang isteri. Aku baru tahu kalau aku adalah petarung hebat di atas ranjang. Aku juga baru tahu bahwa aku sangat ahli berpura-pura. Namun belum sampai setahun, dia menceraikanku. Karena tergiur dengan perempuan lain. Aku tidak sudi dipoligami oleh laki-laki seperti dia. Antara bahagia dan sedih. Ya, aku sedih. Dia yang pertama. Aku hanya ingin bercinta dengan satu laki-laki saja dalam hidupku. Tapi aku juga merasa senang bisa berpisah darinya. Entahlah. Aku tak tahu lagi apa inginku.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Setahun kemudian aku bertemu laki-laki lain. Aku tertarik dengannya. Tapi dia terlalu berani. Mungkin karena merasa diri yang tak lagi berharga (pemikiran yang bodoh) atau karena rayuan mautnya yang tak kenal menyerah, akhirnya aku mau diajaknya tidur. Hingga akhirnya aku hamil. Kusampaikan padanya. Klise. Dia suruh aku gugurin kandunganku. Kusuruh dia pergi saja bila memang dia ga mau bertanggung jawab. Biar aku sendiri yang tanggung semua ini. Tapi dia ga mau. Dia bilang, karma dari meninggalkan anak sangatlah berat. Dia ga akan mungkin bisa sukses. Dan dia bilang, dia mau menikahiku tapi jangan dalam keadaan hamil. Orang tuanya ga akan bisa menerima. Akhirnya aku mau juga gugurin kandungan itu. Bego banget! Well, lagi-lagi klise. Dia pergi dariku setelah anak itu ngga ada. Katanya ada perempuan lain yang tiba-tiba dicintainya. Tanpa dosa. Tanpa rasa bersalah. Ah, ternyata dia menyuruhku aborsi hanya karena dia takut terkena karma, bahwa dia tidak akan bisa sukses bila aku tetap mempertahankan anak itu dan membesarkannya tanpa dia. Rasanya remuk. Rasa berdosa kembali menyeruak karena telah menghilangkan nyawa mungil itu. Tapi aku ga mau menghiba kepada laki-laki itu. Dia laki-laki yang tidak berguna. Tidak bertanggung jawab. Untuk apa dipertahankan. Tapi tetap saja, rasanya diri ini benar-benar sudah tidak berharga lagi.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Entahlah, mungkin aku terlalu percaya pada orang lain. Aku selalu berpikir orang lain tidak mungkin berniat jahat kepadaku. Toh aku tidak berbuat jahat kepada mereka. Dan pikiran ini tetap ada hingga sekarang. Naif ya? Abdul sering bilang, “Jangan terlalu percaya sama orang lain, La. Termasuk sama Abdul juga. Tapi Abdul akan berusaha untuk selalu menjaga La.”</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Setelah itu, hampir saja aku menjadi penganut seks bebas (bukannya sudah?). Toh, bagi kebanyakan orang, seks hanyalah sebuah acara untuk sekedar bersenang-senang saja. Bukan sesuatu yang suci dan agung. Pernah sekali aku bercinta dengan seorang suami dari seorang istri yang cantik dan seksi, sekaligus ayah dari seorang bayi lucu nan cantik yang baru aku kenal! Ah, tapi setelah itu aku ketakutan dan merasa bersalah sekali. Aku merasa ga nyaman. Aku juga ga mau merasa diri seperti pelacur. Akhirnya kuambil semua uang di atm-ku dan kubayar dia satu juta empat ratus ribu rupiah untuk menghilangkan rasa itu. Setelah itu, aku pun berusaha menjauhinya. Setiap sms dan telponnya selalu kuhindari. Tapi tetap saja, rasa bersalah itu terus menghantuiku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800000;">Part 4</span></span></strong><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Hingga akhirnya aku bertemu seseorang. Seorang yang begitu baik. Yang bisa kurasakan ketulusan cintanya di kedalaman hatiku. Yang membuatku merasa berarti. Yang selalu membantuku merasa cukup berharga. Yang membuatku sangat sangat ingin merubah semua pandanganku yang slah. Yang bisa menerimaku seperti apa pun masa laluku. Dia hanya memintaku untuk tidak lagi mengulangi semua itu. Setengah tahun kami bersama, dia hanya berusaha menggenggam erat tanganku sambil memandang lembut mataku. Dia memelukku hanya di saat aku merasa down, sedih ‘n need a shoulder to cry on. Sekedar untuk menguatkanku. Untuk meyakinkanku bahwa aku tidak sendiri. Bahwa aku masih miliki dia. Dia Abdul-ku. Abdul yang kucintai.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;">Tapi kenapa sulit bagiku untuk percaya padanya? Benarkah dia mau menerimaku apa adanya? Benarkah dia tidak akan meninggalkanku. Benarkah dia&#8230; Ah, aku ketakutan pada keindahan cinta yang dia tawarkan. Aku takut ini hanya ilusi. Pantaskah aku mendapatkannya setelah semua yang telah kulakukan?</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sastralife.wordpress.com/154/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sastralife.wordpress.com/154/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sastralife.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sastralife.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sastralife.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sastralife.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sastralife.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sastralife.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sastralife.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sastralife.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sastralife.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sastralife.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=154&subd=sastralife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/11/ketika-kepercayaan-dipertanyakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e6559a2ef5734d1d65f723b1f2943e8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">seyyed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gadis Kecil Peminta-minta</title>
		<link>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/11/gadis-kecil-peminta-minta/</link>
		<comments>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/11/gadis-kecil-peminta-minta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 05:54:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seyyed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Motifasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sastralife.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Aku benci sekali harus melewati persimpangan jalan itu, apalagi kalau lampu merah. Entah sudah berapa kali aku melewatinya dan memang itulah jalan satu-satunya menuju kostku. Setiap kali lampu merah, pasti akan banyak peminta-minta atau pedagang asongan yang segera menghampiri. Memang mereka tidak memaksa tetapi aku malas untuk berulangkali menolak permintaan yang sama dari mereka yaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=152&subd=sastralife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Aku benci sekali harus melewati persimpangan jalan itu, apalagi kalau lampu merah. Entah sudah berapa kali aku melewatinya dan memang itulah jalan satu-satunya menuju kostku. Setiap kali lampu merah, pasti akan banyak peminta-minta atau pedagang asongan yang segera menghampiri. Memang mereka tidak memaksa tetapi aku malas untuk berulangkali menolak permintaan yang sama dari mereka yaitu uang receh. Mereka menawarkan dagangannya, ada yang meminta-minta ada yang mengamen. Semuanya justru menambah keruwetan kota apalagi kalau hari siang.Siang itu aku kembali terjebak pada persimpangan yang sama. Seperti biasa para peminta-minta segera berhamburan meminta-minta kepada para pengendara. Kalau yang tidak memaksa, aku sih sudah mulai cuek, mungkin sudah tidak bisa dihindari lagi, tapi kadang-kadang ada juga yang memaksa yang terkadang membuatku kesal juga. Seorang anak kecil menghampiri pengendara sepeda motor di sampingku. Pandanganku tidak tertarik pada anak kecil peminta-minta itu, aku justru memperhatikan pengendara sepeda motor tersebut yang ternyata seorang cewek, dan sepertinya seorang mahasiswi.Kuperhatikan reaksinya, dalam hati aku berfikir, paling ia akan menolak seperti apa yang aku lakukan. Ternyata dugaanku meleset. Ia memberikan anak itu uang ribuan dua lembar, dan juga permen. Baik juga nih cewek pikirku dalam hati. Sementara itu ia kembali memusatkan pandanganya pada lampu merah.</p>
<p>Kulihat anak kecil itu gembira. Ia berteriak pada teman-temannya.</p>
<p>“Ada permen! Ada permen!” katanya dengan gembira, memanggil teman-temannya. Teman-temannya menghampirinya dan ia membaginya. Uang ribuan yang ada di dalam kaleng minta-mintanya tidak diperhatikannya.</p>
<p>Aku terdiam. Tak lama lampu hijau menyala dan aku segera berlalu. Lama aku berfikir. Apalah arti permen? Uang dua ribu yang didapatnya lebih banyak jika dibelikan permen yang sama. Seharusnya ia lebih gembira dapat uang ribuan tersebut daripada permen, bukankah itu yang dilakukan sebagian besar orang?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tersadar, pemberian tidak harus selalu uang, dan uang belum tentu lebih berarti daripada benda yang kita pikir tidak lebih bermakna daripada uang itu sendiri.</p>
<p></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sastralife.wordpress.com/152/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sastralife.wordpress.com/152/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sastralife.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sastralife.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sastralife.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sastralife.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sastralife.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sastralife.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sastralife.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sastralife.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sastralife.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sastralife.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=152&subd=sastralife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/11/gadis-kecil-peminta-minta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e6559a2ef5734d1d65f723b1f2943e8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">seyyed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Anisa Menangis</title>
		<link>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/11/ketika-anisa-menangis/</link>
		<comments>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/11/ketika-anisa-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 05:44:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seyyed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sastralife.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa pekan, Anisa terlihat berbeda. Tidak seperti biasanya yang riang ceria, beberapa pekan ini terlihat sangat murung. Berulang kali ketika kusapa, hanya jawaban-jawaban singkat yang kudapat. Entah karena ia mulai belajar meng-efektifkan bahasa atau enggan bicara banyak denganku, atau mungkin sedang dirundung banyak masalah atau mungkin kehidupan pribadinya sedang tidak nyaman, aku tak begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=150&subd=sastralife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Dalam beberapa pekan, Anisa terlihat berbeda. Tidak seperti biasanya yang riang ceria, beberapa pekan ini terlihat sangat murung. Berulang kali ketika kusapa, hanya jawaban-jawaban singkat yang kudapat. Entah karena ia mulai belajar meng-efektifkan bahasa atau enggan bicara banyak denganku, atau mungkin sedang dirundung banyak masalah atau mungkin kehidupan pribadinya sedang tidak nyaman, aku tak begitu tau. Bukan tugasku pula kan untuk mengetahui setiap masalah orang? Aku tak terlalu suka untuk tau masalah orang, karena biasanya, aku pun tak terlalu suka masalahku di ketahui banyak orang.Anisa ini sobat baik. Teramat baik bagiku, walau aku tak bisa mengatakan bahwa ia adalah yang terbaik. Dia adalah sobat yang belum teruji. Itu intinya. Bagiku, sobat terbaik adalah mereka yang pernah berantem, bermusuhan, bahkan saling pukul denganku, namun pada akhirnya kami bisa kembali menjadi sahabat lagi. Itulah bagiku yang terbaik, disaat hubungan sangat buruk, kami tau bahwa ini semua bisa diperbaiki. Kami akan punya sesuatu untuk selalu di ingat, bahwa tatkala kami berada pada situasi buruk sekalipun, kami akan tau bahwa hubungan kami ini telah teruji. Kami akan bisa mengatasinya.Berbeda dengan Anisa, tidak ada sesuatu yang luar biasa. Perkenalan kami dulu biasa saja, ketika ia dan pacarnya datang bersama seorang temanku yang mengantar mereka untuk menanyakan apakah di kostku masih ada kamar kosong, yang bukan kebetulan memang ada yang kosong. Rupanya, Anisa yang ingin mencari kost di tempatku, mengingat tempat kerjanya yang tak terlalu jauh dari lokasi kost yang aku huni. Sejak itulah aku mengenal mereka, anisa dan pacarnya, Anton, yang kemudian kuketahui adalah seorang karyawan di salah satu suplier kantorku bekerja. Jadi, ya kemudian aku mengenal mereka dengan baik, dan penuh sopan santun.Satu yang kurasa aneh, adalah mereka tidak tinggal bersama. Ini sesuatu yang agak aku jumpai di daerah tempat tinggalku ini. Entahlah, terkadang baru pacaran sekalipun, banyak orang telah menjadikannya sebagai alasan legal untuk tinggal serumah. Tak peduli dengan istilah buruk yang mereka sandang, yakni pasangan kumpul kebo. Tapi jangan tersenyum dulu, karena dugaanku pun tak salah, bahwa ternyata mereka, Anisa dan kekasihnya itu pun pernah berada di jalan itu, walau kini tidak lagi. Entah kenapa aku ga mau tau, dan persoalan ini pun kuketahui belakangan hari setelah hubuangan pertemanan ku dengan Anisa lebih baik.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span id="more-150"></span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> Oya, aku belum bercerita tentang bagaimana visualisasi Anisa ini rupanya. Jika aku memandangnya dengan sangat cermat, haha, terkadang aku suka mencuri pandang padanya. Mukanya tirus, dengan hidung mbangir dan mata yang tak terlalu besar atau terlalu sipit. Alisnya pendek, tidak terlalu penuh melingkari kelopak matanya, dan selalu cerah. Proporsi tubuhnya semampai walau tak lebih tinggi dari aku. Terkadang aku suka menghayal, seandainya dia adalah kekasihku, tentulah sangat bahagia hatiku.Aku tidak akan cerita tentang khayalanku disini, dan aku tidak ingin memaparkan perasaanku terlalu jauh disini. Mohon di maklumi ya. Tapi jujur saja, setelah beberapa pekan ini melihatnya murung, aku justru mengamati dia lebih jauh. Tentu, juga dari jauh. Ada yang aneh memang, mulai jarang kulihat si Anton datang, dan kalaupun datang tidak pernah berlama lama. Ah biarlah, urusan mereka. Ini yang selalu kukatakan dalam hatiku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">***</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Malam itu, seperti biasa aku chatting. Anda tau kan bagaimana asyiknya chatting di internet? Kita bisa menjadi apa saja yang kita mau, termasuk keluar dari diri sendiri. Juga menjadi makluk yang seolah-olah. Ya, seolah-olah bijaksana, seoralah-olah pinter dan terserah mau ditambahi apa. Seolah-olah seksi juga boleh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kini di hadapanku, sebuah layar chat room yahoo mesenger yang berisi penuh dengan nama-nama unik. Beberapa teman yang telah ada dalam daftar temanku, kebanyakan tidak online, atau beberapa yang online pun memasang status sibuk. jadi, aku tidak berhak mengusik waktu mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Sebuah nama yang unik aku pilih untuk kusapa. Namanya, NL230, Sedang namaku sendiri kupasang Pemburu Cewe Mesum. Aku ga peduli apa orang akan berkomentar, yang jelas cuek aja.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Ketika kusapa si NL230 ini, responnya kurasa lambat. Ini bukan yang pertama yang seperti ini. Banyak orang telah menginterpretasikan namaku dengan beragam pikiran sebelum mengetahui bagaimana sebenarnya aku, ehm. Lama kemudian aku mendapatkan responnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Maaf, aku bukan cewe mesum, aku cewe sopan&#8221;, begitu ia menjawab sapaanku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Ah..aku juga suka cewe sopan kok..&#8221;, jawabku singkat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Tak ada jawaban, tak ada respon. Aku merasakan sebuah perasaan yakin bahwa anak ini bisa diajak ngobrol, mungkin karena namaku saja yang menjadikannya berfikir banyak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Kok diem non, sibuk ya?&#8221; Kucoba memancing dia lagi. Kutau dia cewe karena dalam status mesengernya, jenis kelaminnya female, berusia 28 tahun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Ga kok&#8221;, dia kembali menjawab.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Emang sambil ngapain, kok aku di cuekin?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Ga ada, ga ngapa-ngapain&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;kayaknya kamu lg ga mood yah?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Sok tau!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Lahhh..pemburu cewe mesum gitu looh..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kembali tak ada jawaban. Kali ini cukup lama. Ah kupikir dia udah keluar atau memang tidak tertarik dengan diriku ini. Aku pun menutup jendela chat dengan nya, kulanjutkan aktifitasku yang lain, browsing website favoritku yang lain. Beberapa website yang sering dan rutin aku kunjungi adalah www.liverpoolfc.tv, www.bluefame.com dan www.google.com dan beberapa yang lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Mesenger ku masih aktif, dan ditengah aku sibuk klik sana-sini, tiba tiba sebuah jendela chat terbuka, si NL230 ini muncul lagi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Sorry tadi DC&#8221;, kalimatnya pendek.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Gpp, aku masih online kok,&#8221; jawabku singkat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Sibuk ya?&#8221;, kali ini dia yang bertanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Ga juga, lagi browsing ajah..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Web-web porno pasti ya?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;enak aja, ni lg baca berita liverpool, tau kan liverpool?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;kamu fans liverpool?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;iya, mang napa?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;gpp, ada temenku juga se yang demen banget sama liverpool..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ooo begitu?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;iya. Trus aku ganggu donk?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Ya enggak lah sayang&#8230;untuk kamu ngga deh,&#8221; Haha, aku mulai membual, dan memancing reaksi dia dengan kata &#8220;sayang&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ih sayang sayang, sapa elo?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Aku? kan dah bilang&#8230;pemburu cewe mesum..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ih..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Kamu kayaknya lagi ga mood ya?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;He eh&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;kenapa?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Lagi lagi tak ada jawaban. Dan ini menjengkelkan buat aku. Sampai lama kemudian dia menjawab lagi,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Kamu pernah selingkuh ga?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;whatttttttt?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ih norak deh, pake kaget gitu&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Ga si kaget, tapi terkejut aja. Tadi katanya cewe sopan, kok nanyanya soal selingkuh?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;mau jawab ga..?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;aku sering selingkuh. Sama cewe orang hehe, tapi tidak dengan istri orang atau cewe temen..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;knapa tu?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Ya klo istri orang kan dosanya bejibun ya, klo cewenya temen aku jadi pengkhianat temen donk..ogah ah&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;oo gitu tho&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Iya loh! tapi kenapa kamu nanya itu? Pengen selingkuh yah?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;iyah..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Jawaban yang mengejutkan buat aku. Tumben-tumbennya aku ketemu cewe yang berniat selingkuh. Biasanya dalam chat sering aku yang menggoda untuk ngajak selingkuh, atau aku menggoda untuk menyelingkuhinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Emang ada apa dengan kamu, sampe berfikir kayak gitu?&#8221; sedikit kalem aku bertanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ada dehhh..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;yee niat ga se selingkuh? Cerita ga usah nanggung nanggung napa. Cerita atau tidak sama sekali!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ih sewot&#8230;.klo aku cerita jadi curhat donk&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;knapa ngga, toh kamu ga tau aku, aku ga tau kamu&#8230;apa bedanya..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;iya juga yah..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;truss..mau cerita ga?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;mmm..mulai dari mana yah..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;dari awal kalo bisa..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;mm&#8230; cowokku selingkuh. Padahal aku dah kasih semuanya ke dia&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Yang runut donk kalo cerita..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;iya iya, bawel! Gini, dulu aku ma cowokku tinggal bareng&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;kumpul kebo?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ih..aku ga cerita ni&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;iya deh iya..lanjut..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Dulu, ampir tiga taunan aku tinggal sama dia. Kami belum nikah. Aku sayang banget sama dia. Aku juga tau dia sayang banget sama aku. Awal awalnya dulu, kami harmonis banget. Kayak suami istri gitu. Aku ga peduliin kenyataan bahwa status kami ga legal. Kupikir dia itu lelaki terbaik untuk aku. Bisa mengerti aku, bisa nasehatin aku, bisa memberi nafkah lahir batin, pokoknya perfect banget dah..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;trus..?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;trus belakangan aku tau dia ga begitu sama aku&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ga begitu gimana?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;dia punya selingkuhan&#8230;bisa bayangin ga si&#8230;aku dah kasih semuanya ehh dia gitu. dasar lelaki!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;eh eh..aku juga lelaki looh..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;bodo! emang cowok tu gitu!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;hhh&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;lanjutin ga ni?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;iya..lanjut..trus gimana?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;masa aku dah kasih perawanku, aku dah setia, eh dia selingkuh. Aku jengkel banget. Trus aku minta putus, tapi dia ga mau. Dia memohon mohon agar kami ga putus. Dia janji ga ngulangin perbuatannya. Tapi makin kesini aku makin susah percaya. Trus kami ngobrol. Panjang banget, sampe kami ambil kesimpulan untuk pisah ranjang. Ga putus seratus persen, tapi aku kemudian pindah kost..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;haaaaaaaa? keputusan yang aneh!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;kok aneh?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;iya lah aneh. Kalo udah gitu, dalam pikiranku ya, baiknya kalian nikah saja atau pisah sekalian. Selingkuh itu enak tau&#8230;dia akan ngulang!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Yah..aku ga tau deh, aku sayang banget sama dia..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;kamu cinta buta&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;biarin&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;kamu lemah!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;biarin&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;trus mau kamu gimana?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Ga tau ya,&#8230;beberapa hari ini aku malah berfikir sebaliknya&#8230;aku pengen membalas&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;selingkuh juga?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;iyah..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;serem deh..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;serem gimana?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;kalo dia selingkuh, trus kamu membalas selingkuh, gimana jadinya dunia? Coba bayangin, elo selingkuh, katakanlah sama cowonya cewe lain, trus si cewe lain itu membalas selingkuh lagi..begitu terus..apa jadinya dunia? Penuh dengan perselingkuhan!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;lah..ga segitunya kaliii..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ya..bisa begitu deeeeeeee&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;lha kamu sendiri? tadi katanya suka selingkuh?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;itu kan aku, kamu ga usah ikut ikut&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;lelaki..egois&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;memang..btw, kamu serius dengan niat kamu?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;iyah..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;dah ada target?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ada temen satu kost..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;lha kok deket gitu, ga aman looh..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;biarin..aku suka dia..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;terserah siy, trus dah mulai?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;belum&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;knapa? katanya mau selingkuh&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;targetku kayaknya ga suka aku&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;mana ada cowo ga suka cewe&#8230;pa lagi klo diajak seneng seneng&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;tau lah&#8230;dia tu kalem banget, tapi seksi deh&#8230;rajin olahraga dan seger banget..trus kayaknya dia dah tau kalo aku dulu kumpul sama cowokku, mana mau dia ama aku ini yang bikin aku kuatir&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;hahaha&#8230;segitunya&#8230;katanya cuma selingkuh, kok jauh gitu mikirnya? ntar lo jatuh cinta ma dia looh&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;udah tauk! aku dah jatuh cinta sama dia..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;nahhh&#8230;.tu dah nyambung..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;aku ga tau gimana memulainya&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;bodoh..pura pura aja minta tolong..atau minta apa kek dari dia..trus makin akrab, makin deket&#8230;selingkuh deh..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;tapi jujur aja aku ga mau kalo cuma selingkuh&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ha? kamu itu gimana seee, katanya mau selingkuh..trus ga mau cuma selingkuh..trus mau kamu gimana?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;aku mau memiliki dia&#8230;aku suka banget..sama dia..kan dah bilang, aku jatuh cinta..aku udah mau putusin cowokku.. hubungan kami dah ga bisa dipertahankan&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;apa yang buat kamu jatuh cinta?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;banyak..banyak banget..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;misalnya..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;karakter dia, bengalnya dia, seksi deh&#8230;aku suka..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ehmm..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;kok ehmm?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Gpp..kayak de ja vuu aja tiba tiba..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;oya?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;iyah..kayaknya pernah ketemu karakter kayak kamu..mungkin di kehidupanku yang dulu kali&#8230;btw kamu dimana? trus nama kamu sapa? dari tadi aku belum tau..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Dia menjawab pertanyaanku dengan jawaban yang nyaris telah kuduga. NL230 adalah Anisa, yah aku menduga begitu, aku yakin itu. Agak nervous juga jadinya, karena ternyata dunia sempit buatku. Apakah cowo yang dia maksud itu aku? Ah, GR aku jadinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Kok gantian kamu yang diem..?&#8221; dia bertanya, membuyarkan lamunanku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Gpp,&#8230;eh non, aku mau off ni, kamu aku add dulu ya di list aku, lain kali kita ngobrol lagi..gimana?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;ok..&#8221;jawabnya singkat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">***</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Sesaat kemudian aku selesaikan semua aktifitasku di warnet itu. Lalu kuputuskan untuk pulang. Dalam pikiranku, berkecamuk banyak hal, yang tiba tiba hilir mudik tak karuan. Tentang Anisa, tentang perselingkuhan, tentang hidupku sendiri. Selama ini aku menikmati dunia yang serba sudah jadi! Yah, kalo bisa beli sate kambing dengan berbagai rasa, kenapa juga musti memelihara kambing yang bau prengus?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Ah, tapi sungguh, pikiranku melayang layang, kepada satu sosok yang sangat aku suka: Anisa. Aku berjalan kaki menuju kost ku, yang jaraknya memang tak jauh dari warnet tadi. Pikiranku terus menerawang. Aku berjalan sambil ngelamun, juga sambil mengisap marlboro merahku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Sesaat setelah aku masuk gerbang kost ku, kulihat suasana sepi. Kamar kamar sudah mematikan lampu. Aku duduk di salah satu kursi yang ada ditaman kost ku. Pikiranku masih melayang-layang, sampai aku dengar sebuah sepeda motor mendekat, lalu kemudian menghilang. Di gerbang kulihat Anisa baru pulang. Rupanya motor tadi adalah motor tukang ojek yang mengantarnya pulang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Makin dia berjalan mendekat, makin berdebar hatiku. Ada sesuatu yang harus di tuntaskan malam ini. Begitu Anisa mendekat, aku sapa dia,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Nis, baru pulang?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;eh&#8230; Le, blum tidur?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Blum..ga bisa tidur..aku juga baru pulang..blom juga masuk kamar ni&#8230;duduk sini donk..,&#8221; aku menawarkan dia untuk bergabung duduk bersamaku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Anisa mendekat, tapi tidak segera duduk. Ia memandangku terus. Aku lalu berdiri, membalas tatapannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Aku tau itu kamu..&#8221;lirih dia berkata.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Aku juga tau itu kamu.&#8221;jawabku pelan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Anisa mematung, sepenggal langkah di depanku. Tatapan matanya kepadaku berubah perlahan. Makin sayu, makin lembut. Sedikit berkaca kaca. Suasana hening sesaat. Sebentar ia menundukkan kepala. Sebentar dia berpaling. Kurasa, bahkan angin pun mendadak berhenti.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Aku terus membalas tatapannya, kurasa ada suasana saling sapa, saling rindu dalam tatapan kami. Matanya terus berkaca-kaca. Parasnya sungguh ayu dimataku. Air mata perlahan mengalir di matanya. Kedua tanganya saling beremas, membahasakan sebuah kegelisahan dihatinya. Ia terus menatapku, seolah mata itu bicara..akankah kamu menerimaku?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Perlahan, tanganku menggapai tangannya, kugenggam dan kuremas perlahan. Lalu kutarik dia kedalam pelukanku. Anisa memelukku erat, sesegukan dan menangis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Le&#8230;aku sayang kamu&#8230;.aku mencintai kamu,&#8221;lirih diantara segukan tangisnya.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> Pelukanku makin erat, pelukan kami makin erat. Kami, makin erat berpelukan.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sastralife.wordpress.com/150/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sastralife.wordpress.com/150/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sastralife.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sastralife.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sastralife.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sastralife.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sastralife.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sastralife.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sastralife.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sastralife.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sastralife.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sastralife.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=150&subd=sastralife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/11/ketika-anisa-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e6559a2ef5734d1d65f723b1f2943e8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">seyyed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Munarman Tepati Janji</title>
		<link>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/10/munarman-tepati-janji/</link>
		<comments>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/10/munarman-tepati-janji/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 02:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seyyed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kebangkitan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Munarman Tepati Janji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sastralife.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[“Polisi tidak usah mencari-cari saya. Saya akan menyerahkan diri kepada polisi. Asalkan bubarkan dulu Ahmadiyah!” Hal tersebut pernah dikatakan Panglima Komando Laskar Islam (KLI) Munarman, SH, dalam acara konferensi pers di markas Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III Tanah Abang, Jakarta Pusat.Senin sore (10/6), SKB tentang Ahmadiyah dikeluarkan pemerintah. Senin malamnya, seperti janjinya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=147&subd=sastralife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.geocities.com/chowzn_iva/munarman.jpg" alt="" width="145" height="201" /><span style="color:#800000;">“Polisi tidak usah mencari-cari saya. Saya akan menyerahkan diri kepada polisi. Asalkan bubarkan dulu Ahmadiyah!” Hal tersebut pernah dikatakan Panglima Komando Laskar Islam (KLI) Munarman, SH, dalam acara konferensi pers di markas Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III Tanah Abang, Jakarta Pusat.Senin sore (10/6), SKB tentang Ahmadiyah dikeluarkan pemerintah. Senin malamnya, seperti janjinya, Munarman mendatangi Mapolda Metro Jaya dengan naik taksi untuk menyerahkan diri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">“Kalian lihat sendiri. Saya menyerahkan diri sesuai dengan apa yang telah saya janjikan. Saya bukan pengecut!” tegas Munarman, SH. Selama ini, media massa dan juga teve yang banyak menyuarakan opini kaum liberal yang tergabung dalam AKKBB menyatakan jika Munarman pengecut karena tidak menyerahkan diri tanpa melihat dan memperhatikan janji seorang Munarman, yakni akan menyerahkan diri setelah pemerintah mengeluarkan SKB Ahmadiyah. Dengan apa yang dilakukan Munarman radi malam maka hal ini mematahkan semua tudingan dan fitnah yang disebarkan oleh kaum liberal tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Penasihat Forum Umat Islam (FUI) Ahmad Sumargono, menyatakan dirinya bangga dengan sosok Munarman. “Saya jelas bangga, beliau seorang seorang kesatria, bukan pengecut, &#8221; tandas Sumargono, sebelum menengok Munarman, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin malam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Secara pribadi, Munarman mengapresiasi keluarnya SKB Ahmadiyah tersebut. “Walau SKB itu kurang tegas, namun esensinya telah menyatakan bahwa kelompok sesat Ahmadiyah itu memang sesat dan menyesatkan, sebab itu segala kegiatannya tersebut menjadi dilarang demi hukum, ” ujar Munarman yang mantan Ketua YLBHI ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Sedangkan Ahmad Soemargono menyatakan bahwa yang penting adalah aplikasinya di lapangan. “Jika kelompok sesat Ahmadiyah masih saja melakukan kegiatannya seperti yang selama ini mereka kerjakan, ya polisi harus menangkap dan memenjarakan mereka.”(rz)</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sastralife.wordpress.com/147/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sastralife.wordpress.com/147/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sastralife.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sastralife.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sastralife.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sastralife.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sastralife.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sastralife.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sastralife.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sastralife.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sastralife.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sastralife.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=147&subd=sastralife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/10/munarman-tepati-janji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e6559a2ef5734d1d65f723b1f2943e8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">seyyed</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/chowzn_iva/munarman.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tujuh Poin SKB Peringatan terhadap Ahmadiyah</title>
		<link>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/10/tujuh-poin-skb-peringatan-terhadap-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/10/tujuh-poin-skb-peringatan-terhadap-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 02:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seyyed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kebangkitan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[SKB Peringatan terhadap Ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sastralife.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Keputusan Bersama Menag, Mendagri, Jaksa Agung tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota dan/atau anggota anggota pengurus Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat (nomor: 3 Tahun 2008, nomor: KEP-033/A/JA/6/2008, nomor: 199 Tahun 2008
Kesatu:
Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=145&subd=sastralife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.geocities.com/chowzn_iva/ahmadiyah.jpg" alt="" width="150" height="180" /><span style="color:#800000;">Keputusan Bersama Menag, Mendagri, Jaksa Agung tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota dan/atau anggota anggota pengurus Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat (nomor: 3 Tahun 2008, nomor: KEP-033/A/JA/6/2008, nomor: 199 Tahun 2008</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kesatu:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kedua:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Memberi peringatan dan memerintahkan kepada penganut, anggota dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), sepanjang mengaku beragama Islam, untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Agama Islam yaitu penyebaran faham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Ketiga:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada diktum Kesatu dan Diktum Kedua dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk organisasi dan badan hukumnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Keempat:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama serta ketentraman dan ketertiban kehidupan bermasyarakat dengan tidak melakukan perbuatan dan/atau tindakan melawan hukum terhadap penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kelima:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Warga masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu dan Diktum Keempat dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Keenam:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Memerintahkan kepada aparat pemerintah dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah pembinaan dalam rangka pengamanan dan pengawasan pelaksanaan Keputusan Bersama ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Ketujuh:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Keputusan Bersama ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2008, oleh</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Menteri Agama Jaksa Agung Menteri Dalam Negeri.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sastralife.wordpress.com/145/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sastralife.wordpress.com/145/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sastralife.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sastralife.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sastralife.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sastralife.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sastralife.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sastralife.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sastralife.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sastralife.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sastralife.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sastralife.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=145&subd=sastralife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/10/tujuh-poin-skb-peringatan-terhadap-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e6559a2ef5734d1d65f723b1f2943e8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">seyyed</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/chowzn_iva/ahmadiyah.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jiwaku bukan seorang Pengemis</title>
		<link>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/09/jiwaku-bukan-seorang-pengemis/</link>
		<comments>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/09/jiwaku-bukan-seorang-pengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 04:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seyyed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Motifasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Penulis]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sastralife.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Selesai berlibur dari kampung, saya harus kembali ke Jakarta. Mengingat jalan tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama. Terasa mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di hadapan.“Abang mau beli kue?” katanya sambil tersenyum. Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=143&subd=sastralife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Selesai berlibur dari kampung, saya harus kembali ke Jakarta. Mengingat jalan tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama. Terasa mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di hadapan.“Abang mau beli kue?” katanya sambil tersenyum. Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajanannya.“Tidak, dik. Abang sudah pesan makanan,” jawab saya ringkas.Dia berlalu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Begitu pesanan tiba, saya langsung menikmatinya. Lebih kurang 20 menit kemudian, saya melihat anak tadi menghampiri pelanggan lain, sepasang suami istri. Mereka juga menolak, dia berlalu begitu saja.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?” tanyanya tenang ketika menghampiri meja saya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Abang baru selesai makan, dik. Masih kenyang nih,” kata saya sambil menepuk-nepuk perut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Dia pergi, tapi cuma di sekitar restoran. Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lewat dia tanya, “Tak mau beli kue saya, bang, pak, kak, atau Ibu.” Molek budi bahasanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Pemilik restoran itu pun tak melarang dia keluar masuk restorannya menemui pelanggan. Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di hati saya saat melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil. Anak itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai yang sama. Saya buka pintu, membetulkan duduk, dan menutup pintu. Belum sempat saya menghidupkan mesin, anak tadi berdiri di tepi mobil. Dia menghadiahkan sebuah senyuman. Saya turunkan kaca jendela, membalas senyumannya.</span><span id="more-143"></span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> Abang sudah kenyang, tapi mungkin Abang memerlukan kue saya untuk adik-adik, ibu, atau ayah abang,” katanya sopan sekali sambil tersenyum.Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak daun pisang penutupnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan di hati. Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp 20.000,- padanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Ambil ini, dik! Abang sedekah. Tak usah Abang beli kue itu.” Saya berkata ikhlas karena perasaan kasihan meningkat mendadak. Anak itu menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih dan terus berjalan kembali ke kaki lima deretan kedai. Saya gembira dapat membantunya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Setelah mesin mobil saya hidupkan, saya memundurkannya. Alangkah terperanjatnya saya ketika melihat anak itu mengulurkan Rp. 20.000,- pemberian saya kepada seorang pengemis yang buta kedua matanya. Saya terkejut, saya hentikan mobil, memanggil anak itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kenapa, bang. Mau beli kue kah?” tanyanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kenapa Adik berikan duit Abang tadi pada pengemis itu? Duit itu Abang berikan untuk Adik!” kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Bang, saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu saya mengemis. Kata emak, kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah. Kalau beliau tahu saya bawa duit sebanyak itu dan pulang, sedangkan jualan masih banyak, Emak pasti marah. Kata Emak, mengemis kerja orang yang tak berupaya. Saya masih kuat, Bang!” katanya begitu lancar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Saya heran sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak basa-basi, saya terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Abang mau beli semua kah?” dia bertanya dan saya cuma mengangguk. Lidah saya kelu mau berkata.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Rp. 25.000,- saja, bang…”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Selepas dia memasukkan satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp. 25.000,-. Dia mengucapkan terima kasih dan terus pergi. Saya perhatikan dia hingga hilang dari pandangan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Dalam perjalanan, baru saya terpikir untuk bertanya statusnya. Anak yatim kah? Siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan mendidiknya? Terus terang saya katakan, saya beli kuenya bukan lagi atas dasar kasihan, tetapi rasa kagum dengan sikapnya yang dapat menjadikan kerjanya suatu penghormatan. Sesungguhnya saya kagum dengan sikap anak itu. Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya&#8230;(kotasantri)</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sastralife.wordpress.com/143/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sastralife.wordpress.com/143/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sastralife.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sastralife.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sastralife.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sastralife.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sastralife.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sastralife.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sastralife.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sastralife.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sastralife.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sastralife.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=143&subd=sastralife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/09/jiwaku-bukan-seorang-pengemis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e6559a2ef5734d1d65f723b1f2943e8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">seyyed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesankan Saya Tempat di Neraka</title>
		<link>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/09/pesankan-saya-tempat-di-neraka/</link>
		<comments>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/09/pesankan-saya-tempat-di-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 04:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seyyed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Motifasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sastralife.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al
 Manar mengisahkannya. ..Musim panas merupakan ujian yang cukup berat.
 Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian
 kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan
 akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher
 kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.
Dalam sebuah perjalanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=142&subd=sastralife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#800000;">Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> Manar mengisahkannya. ..Musim panas merupakan ujian yang cukup berat.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo Alexandria; di sebuah</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> seperti itu mengundang &#8216;perhatian&#8217; kalau bisa dibahasakan sebagai</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> keprihatinan sosial.Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> melanggar aturan agama dan norma kesopanan.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> &#8220;Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> neraka Tuhan Anda!! Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. &#8220;Bangunkan saja!&#8221; begitu</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> kira-kira permintaan para penumpang.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> bapak tua yang duduk disampingnya.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya&#8230;.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat&#8230;</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> buruk&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah&#8230;</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> dekat.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar&#8230;</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> mumpung kesempatan itu masih ada.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Sumber: Cerita dari Mesir &#8220;Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!&#8221;</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sastralife.wordpress.com/142/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sastralife.wordpress.com/142/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sastralife.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sastralife.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sastralife.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sastralife.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sastralife.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sastralife.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sastralife.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sastralife.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sastralife.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sastralife.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=142&subd=sastralife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/09/pesankan-saya-tempat-di-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e6559a2ef5734d1d65f723b1f2943e8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">seyyed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aksi AKKBB Provokasi Menantang Umat Islam</title>
		<link>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/04/aksi-akkbb-provokasi-menantang-umat-islam/</link>
		<comments>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/04/aksi-akkbb-provokasi-menantang-umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 04:22:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seyyed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kebangkitan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Motifasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sastralife.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Komando Laskar Islam (KLI) melakukan klarifikasi atas sejumlah fakta yang berkembang seputar insiden Monas yang terjadi hari Ahad(1/6) kemarin di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Panglima KLI Munarman mengoreksi pemberitaan hari ini yang menyatakan bahwa penyerangan dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI).&#8221;Saya membuka berita-berita hari ini, ada akurasi yang sangat parah yang menyatakan bahwa FPI yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=140&subd=sastralife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.geocities.com/chowzn_iva/KLI.jpg" alt="" width="180" height="135" /><span style="color:#800000;">Komando Laskar Islam (KLI) melakukan klarifikasi atas sejumlah fakta yang berkembang seputar insiden Monas yang terjadi hari Ahad(1/6) kemarin di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Panglima KLI Munarman mengoreksi pemberitaan hari ini yang menyatakan bahwa penyerangan dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI).&#8221;Saya membuka berita-berita hari ini, ada akurasi yang sangat parah yang menyatakan bahwa FPI yang menyerbu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Hari ini, saya katakan bahwa yang kemarin mendatangi Monas adalah Komando Laskar Islam, yang merupakan gabungan dari laskar-laskar seluruh ormas Islam Indonesia. Perlu ditegaskan bahwa aksi kemarin merespon undangan terbuka dan untuk mengamankan aksi tolak kenaikan harga BBM, &#8221; papar Munarman kepada para wartawan di Markas FPI, kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (2/6) siang ini.Menurutnya, aksi ini dalam rangka mengamankan tolak kenaikan BBM adalah legal berdasarkan undangan terbuka, tetapi ketika kumpul di Istiqlal pihaknya mengetahui AKKBB tetap melanjutkan aksinya yang mencuri momentum peringatan lahirnya Pancasila 1 Juni.&#8221;Perlu ditegaskan bahwa aksi kemarin merespon undangan terbuka dan untuk mengamankan aksi tolak kenaikan harga BBM.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> Sementara, aksi yang mereka lakukan (AKKBB) itu memang untuk menyatakan dukungan kepada Ahmadiyah, bukan untuk peringatan hari Pancasila. Saya lihat ada spanduk yang bertuliskan tolak SKB Ahmadiyah, &#8221; jelasnyaSebelum memulai jumpa pers, KLI yang didampingi oleh Forum Umat Islam FUI) dan Tim Pengacara Muslim (TPM) memutar sebuah video yang memperlihatkan seorang peserta aksi berkaos putih dengan sebuah pita merah putih di lengan kirinya sempat mengeluarkan sebuah senjata api.&#8221;Yang menggunakan pita merah itu adalah massa AKKBB. Kalau memang mereka aksi damai, untuk apa bawa senjata api. Kami juga mengklarifikasi pernyataan yang menyatakan bahwa kami menganiaya wanita, anak-anak dan orang cacat. Itu sama sekali tidak benar, fitnah belaka!, &#8221; tegasnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Munarman kemudian memanggil seorang bocah kecil yang tertangkap beberapa kamera, tersudut di dinding dan menangis. Bocah itu adalah anak dari salah satu anggota KLI, Ustadz Tubagus Sidik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">&#8220;Aksi AKKBB adalah bentuk provokasi untuk menantang Islam. Pendukung Ahmadiyah telah dengan sengaja melibatkan orang-orang non-Islam yang tidak sepatutnya ikut campur dalam urusan umat Islam terkait Ahmadiyah, sehingga berpotensi untuk memperluas konflik antarumat beragama, &#8221; lanjut dia.</span><span style="color:#800000;"><br />
</span><span style="color:#800000;"> Menanggapi adanya laporan kepada Mabes Polri atas insiden tersebut, Munarman menyatakan tak gentar. sumber :eramuslim</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sastralife.wordpress.com/140/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sastralife.wordpress.com/140/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sastralife.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sastralife.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sastralife.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sastralife.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sastralife.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sastralife.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sastralife.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sastralife.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sastralife.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sastralife.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=140&subd=sastralife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/04/aksi-akkbb-provokasi-menantang-umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e6559a2ef5734d1d65f723b1f2943e8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">seyyed</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/chowzn_iva/KLI.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>FPI Berdzikir, AKKBB Nyalakan Lilin</title>
		<link>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/04/fpi-berdzikir-akkbb-nyalakan-lilin/</link>
		<comments>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/04/fpi-berdzikir-akkbb-nyalakan-lilin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 04:14:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seyyed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kebangkitan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Motifasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sastralife.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Sejak tengah malam, Jalan Petamburan III yang telah dihalangi sejumlah bambu yang dililit kawat duri tampak dipenuhi oleh massa dan simpatisan Front Pembela Islam. Jalan selebar lebih kurang lima meter yang berada di depan markas FPI tampak ditutupi karpet dan tikar seadanya. Acara dzikir bersama dilantunkan dipimpin oleh Ustadz Alwi dari FPI.“Kami di sini, malam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=138&subd=sastralife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.geocities.com/chowzn_iva/habib.jpg" alt="habib" width="84" height="128" /><span style="color:#800000;">Sejak tengah malam, Jalan Petamburan III yang telah dihalangi sejumlah bambu yang dililit kawat duri tampak dipenuhi oleh massa dan simpatisan Front Pembela Islam. Jalan selebar lebih kurang lima meter yang berada di depan markas FPI tampak ditutupi karpet dan tikar seadanya. Acara dzikir bersama dilantunkan dipimpin oleh Ustadz Alwi dari FPI.“Kami di sini, malam ini, berdzikir kepada Allah agar kami diberi kekuatan menghadapi cobaan ini dan semoga Allah membuka mata hati saudara-saudara Muslim yang ada di mana pun agar bisa membeakan mana yang haq dan mana yang bathil, ” ujar Ust. Alwi.Suasana syahdu tampak terasa di sekitar markas FPI ini. Lantunan ayat-ayat suci dan dzikir terus bergema memenuhi langit Petamburan.Sementara itu, di Yogyakarta, puluhan massa Gerakan Integrasi Nasional (GIN) yang termasuk dalam kelompok AKKBB menggelar malam renungan dengan menyalakan lilin. Menyalakan lilin bukan bagian dari tradisi Islam, melainkan tradisi orang-orang kafir. Walau demikian, sejumlah perempuan berkerudung ketat (bukan jilbab) tampak mengikuti acara tersebut. Entah, mereka paham atau tidak bahwa Rasulullah SAW empatbelas abad lalu sudah memperingatkan umatnya agar tidak sekali-kali menyerupai atau melakukan hal-hal yang menyerupai orang kafir, seperti menyalakan lilin untuk suatu acara tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang dilakukan AKKBB memang tidak istimewa. Karena aliansi yang terdiri dari banyak orang dari agama yang berbeda tersebut, bahkan ada yang mengaku tidak beragama namun menggunakan istilah &#8216;penghayat terhadap ketuhanan&#8217;&#8211;sudah terbiasa atas nama pluralisme dan liberalisme mengerjakan hal-hal yang bukan tuntutan agamanya sendiri. Abdurrahman Wahid sebagai sesepuh AKKBB misalnya, sering berkunjung ke gereja dan bahkan ke Israel menemui tokoh-tokoh Zionis di sana sembari mengecam HAMAS yang merupakan kelompok pejuang kemerdekaan Palestina.<br />
Dari dua momen ini sudah jelas bisa ditangkap simbol-simbol atau ideologi kedua kelompok tersebut. FPI jelas berideologi Islam dengan menggelar acara dzikir, sedangkan yang menyalakan lilin di Yogya adalah elemen dari AKKBB. (rz) sumber : Eramuslim</p>
<p></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sastralife.wordpress.com/138/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sastralife.wordpress.com/138/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sastralife.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sastralife.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sastralife.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sastralife.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sastralife.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sastralife.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sastralife.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sastralife.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sastralife.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sastralife.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=138&subd=sastralife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/04/fpi-berdzikir-akkbb-nyalakan-lilin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e6559a2ef5734d1d65f723b1f2943e8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">seyyed</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/chowzn_iva/habib.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">habib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teruskan Perjuanganmu, Enyahkan Perusak Islam Di Indonesia</title>
		<link>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/02/tidak-banyak-komentar-tentang-peristiwa-01-06-08/</link>
		<comments>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/02/tidak-banyak-komentar-tentang-peristiwa-01-06-08/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 15:37:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seyyed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sastralife.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Banyaknya pemberitaan yang dirasa sangat mendeskriditkan FPI sangatlah menguntungkan bagi keberadaan Ahmadiyah di Indonesia,kalo boleh jujur saya adalah salah satu orang yang setuju atas perjuangan FPI menegakan amar ma&#8217;ruf nahi munkar, yang merupakan perjuangan dan misi sentral bagi FPI. Habib Riziq Shihab menjelaskan &#8220;bahwa hukum asal amar ma&#8217;ruf nahi munkar adalah fardu kifayah&#8221; , yakni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=136&subd=sastralife&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.geocities.com/chowzn_iva/FPI.jpg" alt="Laskar FPI" width="298" height="225" /><span style="color:#800080;">Banyaknya pemberitaan yang dirasa sangat mendeskriditkan FPI sangatlah menguntungkan bagi keberadaan Ahmadiyah di Indonesia,kalo boleh jujur saya adalah salah satu orang yang setuju atas perjuangan FPI menegakan </span><em><span style="color:#800080;">amar ma&#8217;ruf nahi munkar, </span></em><span style="color:#800080;">yang merupakan perjuangan dan misi sentral bagi FPI. Habib Riziq Shihab menjelaskan &#8220;bahwa hukum asal amar ma&#8217;ruf nahi munkar adalah </span><em><span style="color:#800080;">fardu kifayah&#8221; , </span></em><span style="color:#800080;">yakni bila sebagian umat Islam sudah menegakan dengan jumlah yang cukup memadai untuk mengatasi kemungkaran yang ada, maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya, namun jika jumlah dan kekuatan para penegak amar ma&#8217;ruf nahi munkar tidak memadai, maka kewajiban belum gugur dari yang lainnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Tetapi dalam situasi tertentu, penegakan amar ma&#8217;ruf nahi munkar bisa setatus hukumnya menjadi wajib, jika kemungkarannya tidak bisa dihilangkan kecuali dengan dihancurkan atau. </span><em><span style="color:#800080;">mandub</span></em><span style="color:#800080;"> , jika manfaat penghancuran jauh lebih besar daripada mudharatnya dan kemudharatan tersebut mudah dihindarkan. </span><em><span style="color:#800080;">mubah</span></em><span style="color:#800080;"> , jika manfaat penghancuran jauh lebih besar daripada mudharatnya dan kemudharatan itu sulit dihindarkan. </span><em><span style="color:#800080;">makruh, </span></em><span style="color:#800080;">jika manraat dan mudharat seimbang. </span><em><span style="color:#800080;">haram, </span></em><span style="color:#800080;">jika penghancuran kemungkaran itu mengantarkan kepada mudharat yang lebih besar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Metode FPI terhadap penegakan amar ma&#8217;ruf nahi munkar ini dibagi menjadi dua: </span><em><strong><span style="color:#800080;">lembut dan keras</span></strong></em><span style="color:#800080;"> pendekatan (metode) lebut yaitu dengan langkah :</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#800080;"> Mengajak dengan hikmah (ilmu dan amal)</span></li>
<li><span style="color:#800080;"> Memberi mau&#8217;izhah hasanah</span></li>
<li><span style="color:#800080;"> Bediskusi dengan cara yang baik</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Tetapi dalam hal nahi munkar mengutamakan pendekatan tegas dan keras dengan langkah :</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#800080;"> Menggunakan kekuatan/kekuasaan bila mampu</span></li>
<li><span style="color:#800080;"> Bila langkah pertama tidak mampu menggunakan lisan/ pena dan</span></li>
<li><span style="color:#800080;"> JIka kedua langkah tadi masih tidak mampu, menggunakan hati yang tertuang dalam ketegasan sikap.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Sejak awal dideklarasikannya, FPI terkenal dengan gaya aksi dan karakter organisasinya yang militan dan keras terhadap persoalan yang dianggap merugikan Islam dan umat Islam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Hal ini tidak terlepas dari sejarah awal pembentukan organisasi ini, motto perjuangan : </span><em><strong><span style="color:#800080;">hidup mulia atau mati syahid saja</span></strong></em><span style="color:#800080;"> yang tertanam dalam dada para aktifis FPI memberikan pengaruh yang signifikan terhadap warna (sibghah) gerakan FPI, dalam upaya menumbuh suburkan militansi para aktifis tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Ada lima sikap dasar yang mesti dimiliki para aktifis ini :</span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#800080;"> Ikhlas dalam niat</span></li>
<li><span style="color:#800080;"> Mulai dari diri sendiri</span></li>
<li><span style="color:#800080;"> Istiqomah dalam tindakan dan ucapan</span></li>
<li><span style="color:#800080;"> Tidak takut berkorban</span></li>
<li><span style="color:#800080;"> Yakin sebagai pejuang Allah SWT.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Mengenai sikap dasar yang kelima ini, mereka berkomentar dengan nada sarkastis, &#8220;preman saja mau mati demi iblis, apalagi laskar tentu saja gembira mati demi Allah SWT.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Peristiwa kemarin adalah sebagian kecil, dari ketidak puasan FPI tentang keberadaan Ahmadiyah yang telah nyata-nyata oleh BAKOR PAKEM dan MUI diharamkan keberadaanya, SK Bersama 3 menteri adalah keputusan klimaks yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar ormas islam yang tidak setuju dengan keberadaan Ahmadiyah dibumi Indonesia, ada sedikit kecurigaan bahwa apel akbar massa AKK-BB mencampuri rumusan SK Bersama 3 menteri dan mendukung keberadaan Ahmadiyah, serta disinyalir ada anggota AKK-BB yang membawa senjata api dan mempropokasi Laskar, Disini tujuan Amerika tercapai&#8230;.. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sastralife.wordpress.com/136/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sastralife.wordpress.com/136/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sastralife.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sastralife.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sastralife.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sastralife.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sastralife.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sastralife.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sastralife.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sastralife.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sastralife.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sastralife.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sastralife.wordpress.com&blog=3339671&post=136&subd=sastralife&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sastralife.wordpress.com/2008/06/02/tidak-banyak-komentar-tentang-peristiwa-01-06-08/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e6559a2ef5734d1d65f723b1f2943e8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">seyyed</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/chowzn_iva/FPI.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Laskar FPI</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>